"الله جميل يحبّ الجمال"

Allah Itu Indah, Mencintai Keindahan

Minggu, 16 Agustus 2009

Interrelasi Ilmu Pendidikan Dengan Disiplin Ilmu-Ilmu Lain

Interrelasi Ilmu Pendidikan Dengan Disiplin Ilmu-Ilmu Lain



BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Mengingat realitas yang ada ilmu pendidikan telah menjadi ilmu yang berdiri sendiri akan tetapi pada umumnya ilmu pendidikan itu tidak lepas dari ilmu-ilmu lain dalam artian tetap mengikuti siklus dan relasi disiplin ilmu-ilmu lain, ilmu pendidikan tetap saling berhubungan dan memerlukan bantuan ilmu pengetahuan yang lain terutama ilmu-ilmu yang mendukung terhadap pencpaian tujuan ilmu pendidikan.

Sementara perkembangan bidang ilmu pendidikan saat ini sangat pesat hingga penting dalam kaitannya dengan ilmu-ilmu yang lain untuk menunjang keberlangsungan dalam bidang sain khususnya bidang ilmu pendidikan itu sendiri.

Melihat fenomena di atas, perlu adanya pengkajian-pengkajian secara khusus dalam mengkorelasikan antara ilmu pendidikan dengan ilmu yang lain misalnya secara psikologi maupun ketergantungan dan keterkaitan yang lain.

Dalam pembahasan ini secara sederhana penulis menggambarkan bagaimana kaitannya ilmu pendidikan dengan ilmu psikologi, biologi dan agama yang diharapkan nantinya bisa memberikan pencerahan pengetahuan yang detail bagaimana sejarah dan perkembangan korelasi antara ilmu pendidikan dengan ketiga pembahasan tersebut.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Interrelasi Ilmu Pendidikan Dengan Disiplin Ilmu-Ilmu Lain

Meskipunilmu pendidikan telah menjadi ilmu yang berdiri sendiri tidak berarti terlepas dari ilmu-ilmu pengetahuan lainnya, ilmu pendidikan tetap saling berhubungan dan memerlukan bantuan ilmu pengetahuan yang lain terutama ilmu-ilmu yang mendukung terhadap pencpaian tujuan ilmu pendidikan.

Beberapa ilmu pengetahuan yang berhubungan erat yang sangat dibutuhkan dalam praktik pendidikan antara lain ialah:

1. Ilmu Jiwa (Psikologi)

Dalam proses belajar mengajar diantara hal penting yang harus dipehatikan guru adalah menyesuaikan materi pelajaran dengan anak didik ( baik kondisi pisik atau psikis ) untuk mengetahui kondisi psikis anak didik harus memahami masalah kejiwaan anak, yang hal ini dapat dipelajari melalui ilmu jiwa terutama ilmu jiwa perkembangan.

Sejak proses terjadinya konsepsi sampai mati, anak akan mengalami perubahankarena bertumbuh dan berkembang pertumbuhan itu bersifat jasmaniah maupun kijiwaannya, jadi sepanjang kehidupan manusia terjadi proses pertumbuhan yang terus menerus, proses kejadian itu terjadi secara teratur dan terarah yaitu kearah kemajuan bukan kemunduran dan tiap tahap kemajuan ditandai dengan meningkatkan kemampuan dan cara baru yang dimiliki , pertumbuhan merupakan peralihan tingkah laku atau fungsi jiwaan dari yang lebih rendah kepada yamg lebih tinggi, perubahan-perubahan yang selalu terjadi itu dimaksudkan agar orang didalam kehidupannya dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial, Fisik adalah segala sesuatu yang ada disekitar anak yang non manusia, sedangkan lingkungan sosial adalah semua orang yang ada dalam dunia kehidupan anak yakni orang yang bergaul dengan anak melakukan kegiatan bersama atau kebersamaan, pendidikan yang terutama ialah memberikan bimbingan agar pertunbuhan anak dapat berlangsung secara wajar dan optimal, oleh karena itu diperlukan pengetahuan tentang dasar perkembangan kejwaan manusia agar tindakan pendidikan yang dilaksanakan itu berhasil.

2. Ilmu Biologi

Keadaan yang terjadi di masyarakat secara langsung atau tidak langsung sangat mempengaruhi terhadap proses pendidikan, seperti masalah-masalah ekonomi, politik, budaya, hukum dan lain-lain, oleh karena itu di butuhkan ilmu-ilmu yang berhubungan dengan masalah-masalah kemasyarakatan seperti ekonomi sosiologi dan ilmu hukum dan lain-lain, sebagai ilmu social agar menyadarkan kita betapa pentingnya peranan yang dilakukan masyarakat sebagai akibat faktor-faktor sosial, meskipun memiliki kesadaran dan bertanggung jawab tapi kebanyakan dari mereka kurang dimengerti dengan apa yang mereka lakukan, ilmu sosial itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat manusia, didalam kehidupan keluarga merupakan basis yang sangat penting dalm peletakan dasar-dasar pendidikan sosial, sebab pada dasarnya keluarga merupakan lembaga sosial resmi yang minimal terdiri dari ayah ibu dan anak, perkembangan benih-benih kesadaran social pada anak-anak dapat dapat di pupuk sedini mungkin, terutamalewat kehidupan keluarga yang penuh tolong menolong, gotong royong secara kekeluargaan, menolong saudara atau tetangga yang sakit bersama-sama menjaga ketertiban, kedamaian, kebersihan dan kesenan dalam segala hal.

3. Ilmu Biologi

Keadaan tubuh (jasmani) sangat besar pengaruhnya terhadap anak didik yang sedang dalam proses pendidikan, kelainan-kelainan pada tubuh menyebabkan kelainan-kelainan pada jiwa, yang hal ini akan menjadi problema dalam pendidikan, untuk mengetahui lebih mendalam masalah jasmaniah, kehadiran ilmu biologi sangat dibutuhkan dalam pendidikan.

4. Ilmu Agama

Diantara aspek yang hendak di capai dalam proses pendidikan adalah penanaman aspek afektif tehadap anak didik, aspek afektif ini berupa nilai-nilai luhur yang diantaranya bersumber dari ajaran-ajaran agama yang dianut oleh peserta didik, sehingga keberadaan ilmu agama mutlak dibutuhkan dalam pelaksanaan pendidikan dalam pelaksanaan pendidikan terutama kedisiplinan bagi manusia itu sendiri, ilmu agama merupakan penanaman utama dasar-dasar moral bagi anak yang biasanya tercermin dalam sikap dan perilaku terhadap orang tua sebagai teladan, dalam hubungan ini "Ki Hajar Dewantara" mengatakan "Rasa cinta, rasa bersatu dan lain-lain perasaan dan keadaan jiwa yang pada umunya sangat berfaidah untuk berlangsungnya pendidikan, teristimewa pendidikan budi pekerti, terdapatlah didalam hidup keluarga dalam sifat yang kuat dan murni, sehingga tak dapat pusat-pusat pendidikan lainnya menyamainya".

Ilmu agama sangat menentukan dalam menanamkan dasar-dasar moral, yang tak kalah pentingnya adalah berperan besar dalam proses materialisasi dan transformasi nilai-nilai keagamaan kedalam kepribadian, masa yang baik untuk meresapkan dasar-dasar kehidupan beragama dalam hal ini tentu saja tejadi dalam keluarga.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Dari pemaparan diatas dapat kami simpulkan bahwa suatu ilmu pengetahuan selalu mempunyai hubungan yang erat antara satu dengan lainnya, hubungan itu bisa terjadi disebabkan oleh sasaran satu ilmu dengan lainnya sama ( Obyek Materiel ) atau antara satu dengan lainnya saling lengkap melengkapi.

Apalagi ilmu pendidikan yang mempunyai obyek materiel anak dimana anak menjadi obyek dari banyak ilmu, dan anak tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi anak sebagai anggota masyarakat lainnya yang juga mengenal adanya interaksi sosial dengan anggota masyarakat lainnya.

Oleh sebab itu penyelidikan terhadap anak dan semua problemnya termasuk juga penyelidikan terhadap segala suatu yang ada hubungannya dan sangkut pautnya dengan anak dan apa yang ada disekitar anak.

Dengan demikian jelaslah kaitan ilmu pendidikan dengan ilmu pengetahuan lainnya dan jelas pulalah peranan ilmu pengetahuan lain terhadap ilmu pendidikan.


DAFTAR PUSTAKA

H.Moh Kosim. M Ag. Buku ajar pengantar ilmu pendidikan. Stain Pamekasan Press

Drs.HM. Hafi Anshari. Pengantar ilmu pendidikan. Usaha Nasional Indonesia

Tim Dosen Fip Ikip Malang.Pengantar dasar-dasar pendidikan. Usaha Nasional 2003


2 komentar:

  1. Artikel bagus mas,
    sekarang kalau memandang segala sesuatu dari satu disiplin ilmu saja kita ngga bakal berkembang. Makin banyak ilmu, makin banyak pertimbangan InsyaAllah sikap dan keputusan yang diambil makin bagus.

    Nice blog !
    http://www.wisata-pikiran.blogspot.com

    BalasHapus
  2. menurut saya pendapat anda tentang kaitan pendidikan dengan ilmu lainnya sangat bagus,,,,

    BalasHapus

mohon ... klo udah baca posting kami, jangan lupaaaaaaaaaaaa kasi komentar yaaa .... n saran konstruktif ....................


thanks yaa atas komentar kaliaaannnnnnnnnnnnnnn !!!!!