"الله جميل يحبّ الجمال"

Allah Itu Indah, Mencintai Keindahan

Rabu, 14 Juli 2010

PANDANGAN ILMIAH DAN FILOSOFIS TENTANG MANUSIA DAN IMPLIKASI PENDIDIKANNYA

PANDANGAN ILMIAH DAN FILOSOFIS TENTANG MANUSIA DAN IMPLIKASI PENDIDIKANNYA

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Antropologi adalah studi tentang asal-usul, perkembangan, karakteristik jenis (spesies) manusia atau studi tentang ras manusia.

Filsafat antropologi adalah cabang filsafat yang menyelidiki hakekat manusia sebagai keseluruhan atau manusia seutuhnya. Pengetahuan filosofis tentang manusia pada dasarnya adalah refleksi manusia tentang dirinya sendiri (selbst besing), dan manusia dapat merefleksikan atau mencerminkan tentang dirinya sendiri, hanya apabila menjadi pribadi yang mengenal dirinya, jadi filsafat antropologi tujuan utamanya adalah merefleksikan atau mencerminkan dirinya sebagai seorang pribadi.

B. Rumusan Masalah

1. Pandangan ilmiah tentang manusia dan implikasi pendidikannya.

2. Pandangan filosofis tentang manusia dan implikasi.

3. Implikasi dalam pengembangan teori pendidikan.

C. Tujuan Penulisan

Adapun yang menjadi tujuan penulisan dalam menyusun makalah ini adalah:

1. Untuk mengetahui bagaimana pandangan ilmiah dan filosofis tentang manusia dan implikasi pendidikannya.

2. Untuk melatih daya pikir penulis dalam pembuatan makalah.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pandangan Ilmiah Tentang Manusia dan Implikasi Pendidikannya.

1. Antropologi Biologis/Fisik

a. Batasan

Antropologi adalah studi tentang asal-usul, perkembangan, karakteristik jenis (spesies) manusia atau studi tentang ras manusia. Antropologi ilmiah mencakup: antropologi biologis, antropologi sosial budaya, arkeologi, dan linguistik. Antropologi bio­logis sering pula disebut antropologi fisik, yaitu studi tentang fosil dan kehidupan manusia sebagai organisme biologis. (Beals, 1977:1).

b. Karakteristik

Manusia adalah Homo Sapiens:

1) Puncak evolusi organik dari makhluk hidup.

2) Kedudukannya dalam klasifikasi makhluk hidup:

a) Dunia: binatang.

b) Phylum: chordata.

c) Kelas: mamalia.

d) Orde: primata.

e) Famili: hominidae.

f) Genus: homo.

g) Spesies: sapiens.

3) Ciri-ciri khas:

a) Berjalan tegak (bipedal locomotion).

b) Mempunyai otak yang besar dan kompleks.

c) Hewan yang tergeneralisasi, dapat hidup da­lam berbagai lingkungan.

d) Periode kehamilan yang panjang dan anak lahir tak berdaya.

c. Implikasi dalam Praktek Pendidikan

Konsep-konsep antropologi biologis menjadi landas-an pendidikan (Landasan Antropologis Pendidikan).

1) Keharusan dan kemungkinan pendidikan.

2) Keragaman praktek pendidikan, baik dalam sejarah manusia maupun dalam bentuk praktek pendidikan dalam suatu zaman.

d. Implikasi dalam Pengembangan Teori Pendidikan: Lahir dan berkembangnya antropologi pendidikan.

2. Antropologi Budaya

a. Batasan

Antropologi sosial budaya mempergunakan teknik-teknik riset historis, observasi, wawancara dalam studi orang yang hidup sekarang. (Deals, 1977: 1)

b. Karakteristik

1) Manusia adalah organisme sosiobudaya.

Budaya = seperangkat cara hidup (berpikir dan berbuat) yang diperoleh melalui proses belajar, yang memberi ciri pada setiap keputusan kelompok.

2) Komponen utama budaya.

a) Sebuah kelompok / masyarakat.

b) Sebuah lingkungan dalam kelompok/masyarakat.

c) Sebuah budaya material.

d) Sebuah tradisi budaya.

e) Kegiatan-kegiatan dan perilaku manusia.

3) Karakteristik umum budaya.

a) Tingkah laku kultural dipelajari.

b) Tingkah laku kultural terorganisasi dalam pola-pola tingkah-laku.

c) Pola-pola budaya diajarkan orang dan berlangsung dan satu generasi ke generasi lainnya.

d) Budaya mempunyai aspek material dan non material.

c. Implikasi dalam praktek pendidikan

Konsep-konsep antropologi sosio budaya menjadi landasan pendidikan (Landasan Antropologis Pendidikan).

1) Keharusan dan kemungkinan pendidikan.

2) Keragaman kegiatan pendidikan berdasarkan sistem budaya, kesatuan budaya regional, dan kelompok subkultur.

3) Pendidikan adalah enkulturasi (proses pemindahan budaya dari generasi ke generasi).

d. Implikasi dalam pengembangan teori pendidikan

1) Lahir dan berkembangnya antropologi pendidikan yang dipelopori oleh Frans Boa dan Margareth Mead.

2) Adanya kebutuhan Antropologi Filsafat Anak (pandangan tentang hakekat khuluk atau karakteristik anak).

3. Psikologi

a. Batasan

Psikologi adalah studi tentang kegiatan-kegiatan atau tingkah laku individu dalam keseluruhan ruang hidupnya, dari dalam kandungan sampai balita, dari masa kanak-kanak sampai masa dewasa, serta masa tua. (Woodward & Marquis, 1955: 3).

b. Karakteristik

Individu yang belajar (Callahan & Clark, him: 191-194):

1) Unik (ada perbedaan individual).

2) Banyak kesamaan daripada perbedaannya.

3) Mempunyai berbagai diri.

4) Sebuah organisme total.

5) Mempunyai kesiapan bertindak.

c. Implikasi dalam praktek pendidikan

1) Konsep-konsep psikologis tentang individu menjadi dasar pelaksanaan proses kegiatan belajar-mengajar (Landasan Psikologis Pendidikan).

2) Pendidikan = individualisasi (proses pengembangan individu).

d. Implikasi dalam pengembangan teori pendidikan

1) Lahir dan berkembangnya psikologi pendidikan yang dipelopori oleh Thorndike.

2) Lahir dan berkembangnya aliran pembaharuan pendidikan yang disebut developmentalisme atau "Psychological Tendency in Education", yang dipelopori oleh Pestalozzi, Herbart dan Froebel.

4. Sosiologi

a. Batasan

Sosiologi adalah studi tentang struktur sosial. (Read­ing, 1977:195).

b. Karakteristik Masyarakat

1) Manusia adalah animal sociale (binatang yang hidup bermasyarakat).

2) Masyarakat adalah:

a) Pengalaman kita dengan orang lain di sekitar kita (Berger & Berger).

b) Tingkah laku kelompok, hubungan-hubungan di antara manusia, dan faktor-faktor yang termasuk dan terjadi di dalam hubungan-
hubungan manusia (Ginsberg).

c) Interaksi-interaksi dan interelasi-interelasi manusia (Barlett, dkk).

3) Komponen-komponen masyarakat (Ginsberg):

a) Morfologi sosial.

b) Kontrol sosial.

c) Proses sosial.

d) Patologi sosial.

4) Komponen-komponen masyarakat (Broom & Selznick):

a) Organisasi sosial.

b) Budaya.

c) Sosialisasi.

d) Kelompok-kelompok primer.

c. Iplikasi dalam Praktek Pendidikan

1) Konsep-konsep sosiologi tentang manusia menjadi dasar penyelenggaraan pendidikan (Landasan Sosiologis Pendidikan).

2) Masyarakat sebagai ekologi pendidikan atau sebagai lingkungan tempat berlangsungnya pen­didikan.

3) Pendidikan = sosialisasi (proses menjadi anggota masyarakat yang diharapkan).

d. Implikasi dalam Pengembangan Teori Pendidikan

1) Mendorong lahir dan berkembangnya sosiologi pendidikan, yang dipelopori oleh Henry Suzzalo.

2) Mendorong lahir dan berkembangnya ilmu pen­didikan kependudukan.

3) Mendorong lahir dan berkembangnya aliran sosiologisme pendidikan, atau sosiological ten­dency in education, yang lebih menekankan konsep pendidikan pada proses sosialisasi dari pada individualisasi.

5. Politika (Ilmu Politik)

a. Batasan

Politika adalah studi tentang pemerintahan negara. (Broom & Selznick, 1958: 6).

b. Karakteristik pemerintahan negara

1) Manusia sebagai animal politicon (Aristoteles), binatang yang hidup berpolitik.

2) Bidang-bidang ilmu politik (Unesco):

a) Teori politik.

b) Lembaga-lembaga politik.

c) Partai-partai politik, keloinpok-kelompok politik, dan pendapat umum.

d) Hubungan-hubungan internasional.

c. Implikasi dalam Praktek Pendidikan

1) Konsep-konsep politika menjadi. dasar penyelenggaraan pengelolaan pendidikan makro nasional (Landasan Politikal Pendidikan).

2) Terjalinnya kerja sama internasional dalam bidang pendidikan.

3) Pendidikan = civilisasi (proses menjadi warga negara yang diharapkan).

d. Implikasi dalam pengembangan teori pendidikan

1) Lahir dan berkembangnya politika pendidikan/ pendidikan nasional yang dipelopori oleh Guizot (Perancis), Fischer (Inggris), Horace Mann dan Henry Benhard (USA), K.H. Dewantara dan Moh. Syafei (Indonesia).

2) Lahir dan berkembangnya studi pendidikan in­ternasional (Auslandpedagogik)

6. Ekonomika (Ilmu Ekonomi)

a. Batasan

Ekonomika adalah studi tentang upaya manusia memperoleh kemakmuran materiil manusia. (Wi-nardi, 1989: 177).

b. Karakteristik ekonomi

1) Manusia = animal economicus, binatang yang terus berusaha memperoleh kemakmuran ma­teriil.

2) Bidang ekonomi:

a) Konsumsi.

b) Produksi.

c) Distribusi.

d) Perrumbuhan sepanjang waktu.

3) Satuan ekonomi:

a) Ekonomi mikro.

b) Ekonomi makro.

c. Implikasi dalam Praktek Pendidikan

1) Konsep-konsep ekonomik menjadi dasar atau landasan pendidikan (Landasan Ekonomikal Pendidikan).

2) Kondisi ekonomi mempengaruhi kemampuan & kegiatan pendidikan.

3) Pendidikan = penanaman modal dalam sumber daya manusia atau human investment, ditinjau dari ekonomi makro.

4) Pendidikan = profesionalisasi, ditinjau dari eko­nomi mikro.

d. Implikasi dalam Pengembangan Teori Pendidikan

1) Lahir dan berkembangnya ekonomikapendidikan, yang dipelopori secara konseptual oleh Adam Smith, Alfred Marshall, J. Alan Thomas, Gheor Dore Schultz.

2) Lahir dan berkembangnya studi pendidikan dan pembangunan.

B. Pandangan Filosofis tentang Manusia dan Implikasi Pendidikan

1. Filsafat Umum/Murni

a. Batasan

1) Filsafat adalah studi tentang kebenaran alam semesta dan isinya. (Beck, 1979: 2)

2) Karakteristik telaah filosofis:

a) Kritis, yaitu berpikir mengungkapkan dan memecahkan masalah secara menyeluruh (komprehensif) dan mendalam.

b) Spekulatif (kontemplatif), yaitu berpikir menerobos melampaui fakta atau data-data yang tersedia dalam rangka menemukan hal
yang hakiki.

c) Fenomenologis, yaitu berpikir berawal dari gejala (fenomena) dan kemudian mencoba terus menguliti, mengurangi atau mereduksi
hal-hal yang tak penting, untuk sampai pada hal yang menjadi hakekat (eidos) dari gejala.

d) Normatif, yaitu berpikir yang tertuju untuk mencari hal-hal yang seharusnya.

b. Obyek

1) Obyek filsafat adalah pertanyaan umum yang terbuka/abadi, yaitu pertanyaan yang tidak pernah selesai dijawab sepanjang hidup manusia.

2) Obyek yang menjadi lingkup pertanyaan filsafat adalah segala sesuatu dalam alam semesta dengan segala isinya.

c. Cabang

1) Metafisika = hakikat kenyataan :

a) Ontologi = hakikat kenyataan alam semesta

b) Teologi = hakikat Tuhan.

c) Kosmologi = hakikat alam.

d) Humanologi = hakikat manusia.

2) Epistemologi = hakikat mengetahui dan pe­ngetahuan; logika = hakikat menyimpulkan untuk memperoleh pengetahuan.

3) Aksiologi = hakikat nilai-nilai:

a) Etika = hakikat baik dan jahat.

b) Estetika = hakikat indah dan jelek.

d. Aliran-aliran Filsafat Umum

1) Idealisme:

a) Metafisika: Kenyataan = sebuah dunia pikiran/rohaniah.

b) Humanologi: Binatang yang berpikir.

c) Epistemologi: Pengetahuan yang benar melalui mata batin/pikiran/intuisi.

d) Aksiologi: Manusia diatur oleh kewajiban-kewajiban moral yang bersumber dari Tuhan/ kekuatan rohaniah dari alam.

2) Realisme

a) Metafisika: Kenyataan = sebuah dunia benda-benda.

b) Humanologi: Binataag yang berbuat.

c) Epistemologi: Pengetahuan yang benar di­peroleh melalui pengalaman pendriaan.

d) Aksiologi: Manusia diatur oleh hukum alam.

3) Neo-Thomisme:

a. Metafisika: Kenyataan = sebuah dunia rasio dan Tuhan.

b. Humanologi: Makhluk yang berpikir dan beriman/percaya.

c. Epistemologi: Pengetahuan diperoleh melalui rasio dan percaya.

d. Aksiologi: Pengetahuan tentang kebaikan diperlukan agar dapat berbuat baik. Kebaik­an tertinggi adalah kebaikan yang bersum­ber pada pengetahuan dan Tuhan.

4) Eksperimentalisme/Instrumentalisme:

a) Metafisika: Kenyataan = sebuah dunia pengalaman.

b) Humanologi :Binatang yang berevolusi fisik, psikis, dan sosial.

c) Epistemologi: Pengetahuan diperoleh me­lalui pengalaman pendriaan.

d) Aksiologi: Yang baik adalah yang ternyata berguna dalam masyarakat.

5) Eksperimentalisme

a) Metafisika: Kenyataan = sebuah dunia keberadaan (eksistensi) manusia di dunia.

b) Humanologi: Binatang yang bebas mewujudkan dirinya.

c) Epistemologi: Pengetahuan diperoleh melalui pengalaman.

d) Aksiologi: Nilai ditentukan oleh kebebasan memilih dari seseorang pribadi.

e. Implikasi dalam Praktek Pendidikan

1) Konsep-konsep filsafat umum (metafisika, epistemologi. dan aksiologi) menjadi dasar/lan-dasan penyelenggaraan pendidikan (Landasan Filosofis Pendidikan).

2) Munculnya sekolah-sekolah percobaan (Kinder­garten dari Froebel merupakan penerapan ga-gasan pendidikan idealistik; Casa De Bambini merupakan sekolah dari Montessori yang me­rupakan penerapan gagasan pendidikan natura-listik; Laboratory School dari J. Dewey merupa­kan penerapan gagasan pendidikan pragmatik/ eksperimentalistik; dan sebagainya).

f. Implikasi dalam Pengembangan Teori Pendidikan

1) Munculnya filsafat pendidikan, yang dipelopori oleh Plato.

2) Lahir dan berkembangnya mazhab-mazhab/aliran-aliran Jilsafat pendidikan, antara lain:

a) Filsafat pendidikan idealisme: pendidikan = pemekaran kemampuan berpikir.

b) Filsafat pendidikan realisme: pendidikan = pemekaran kemampuan berbuat dan berpe-ngalaman.

c) Filsafat pendidikan eksperimentalisme/instrumentalisme: rekonstruksi pengalaman yang terus berlangsung sepanjang hidup.

d) Filsafat pendidikan eksistensialisme: pen­didikan = perwujudan kebebasan diri sendiri.

2. Filsafat Antropologi atau Antropologi Filosofis

a. Batasan

Filsafat antropologi adalah cabang filsafat yang menyelidiki hakekat manusia sebagai keseluruhan, atau manusia seutuhnya. Pengetahuan filosofis tentang manusia pada dasarnya adalah refleksi manusia tentang dirinya sendiri (Selbstbesing).

b. Obyek

1) Masalah hubungan manusia dengan alam.

2) Masalah hubungan manusia dengan manusia.

3) Masalah hubungan manusia dengan Tuhan.

c. Implikasi dalam Praktek Pendidikan

1) Konsep-konsep manusia seutuhnya sebagai dasar tujuan pendidikan.

2) Pendidikan = humanisasi (proses mewujudkan kemanusiaan, atau proses menuju tercapainya manusia seutuhnya).

3) Tujuan utama dalam hidup mencapai perwujudan diri sendiri secara kooperatif.

d. Implikasi dalam Pengembangan Teori Pendidikan

1) Timbul kebutuhan studi filsafat antropologi anak yang tertuju membahas khuluk atau ha-kikat anak (anak dilahirkan membawa dosa asal dari adam dan hawa di surga; anak di lahirkan sebagai tabula rasa atau tanpa pembawaan, anak dilahirkan baik; anak dilahirkan tidak berdaya tapi penuh potensi, dan sebagainya).

2) Mendorong lahir dan berkembangnya pedagogik atau ilmu mendidik yang memadukan aspek faktual dengan aspek normatif yang dipelopori oleh Herbart (perpaduan antara aspek filosofis yang menentukan tujuan-tujuan pendidikan dengan aspek psikologis yang menentukan cara-cara atau metode-metode pendidikan).

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Antropologi adalah studi tentang asal usul, perkembangan, karakteristik jenis (spesies) manusia atau studi tentang ras manusia. Antropologi social budaya mempergunakan teknik-teknik riset histories, observasi, wawancara dalam studio orang yang hidup sekarang. Budaya = seperangkat cara hidup (berpikir dan berbuat) yang diperoleh melalui proses belajar, yang memberi ciri pada setiap keputusan kelompok.

Psikologi adalah studi tentang kegiatan-kegiatan atau tingkah laku individu dalam keseluruhan ruang hidupnya, dari dalam kandungan sampai balita, dari masa kanak-kanak sampai masa dewasa, serta masa tua.

B. Saran

Kami sangat mengharapkan bimbingan, serta kritikan tentang makalah ini, karena tanpa kritikan dosen pengajar kami tidak dapat memperbaikinya.

DAFTAR PUSTAKA

Mudyahar, Redjo. Pengantar Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafika Persaja.


PROFESI GURU DAN PERANANNYA

PROFESI GURU DAN PERANANNYA

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Guru merupakan pekerjaan yang amat mulia, karena seorang guru adalah orang yang patut ditiru dan di gugu oleh anak didiknya, karena tanpa adanya jasa seorang guru mungkin kita semua akan menjadi orang yang bodoh atau buta aksara. Kalau seseorang menjadi orang yang pintar, cerdas, baik itu dari segi pekerjaan, karier, usaha itu bukan lain karena bimbingan dan jasa seorang guru.

Maka dari itu patutlah guru disebut pahlawan tanpa tanda jasa, sebab di tangan seorang gurulah seseorang bisa sukses segala-galanya, oleh karena itu, karenanya kita janganlah sampai melupakan jasa guru-guru kita yang telah membina dan membimbing kita, sehingga kita tahu IMTAK dan IPTEK hingga menjadi orang yang berguna bagi agama, bangsa dan negara.

B. Rumusan Masalah

1. Pengertian Profesi

2. Profesi Guru

3. Kode Etik Guru

4. Syarat-syarat Menjadi Guru

5. Profil Kemampuan Dasar Guru

6. Peranan Guru

C. Tujuan Penelitian

Adapun yang menjadi tujuan penulis dalam menyusun makalah ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui bagaimana sebenarnya profesi seorang guru itu.

2. Bagaimana peranan guru.

3. Untuk melatih daya pikir penulis dalam pembuatan makalah dan semakin banyaknya ilmu pengetahuan tentang profesi guru dan peranannya.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Profesi

Dalam Kamus Bahasa Indonesia profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian. Menurut Manap Soemantri (1996) yang mengutip dari Volmer (1996) dan Oteng (1989) standar profesi sebagai berikut :

  1. Memiliki ilmu yang diperoleh melalui pendidikan lama setara S1 atau lebih.
  2. Kewenangan profesional dilakukan oleh klien.
  3. Ada sanksi dan pengakuan masyarakat atau keabsahan kewenangannya.
  4. Memiliki kode etik.
  5. Punya budaya profesi yang dinamis dan harus berkembang.
  6. Ada persatuan profesi yang kuat dan berpengaruh (Made Pidarta, 2000 c:267).

Sedangkan guru adalah nama profesi jika diartikan suku kata awal pertama huruf ”G” artinya gagasan atau ide, kata yang kedua U artinya usaha, disini unsur ”G” dan ”U” selalu ber gandengan, bahu membahu dan terpadu dalam seluruh kegiatan guru, kemudian ”R” artinya rasa kasih sayang antara guru dan peserta didik kemudian suku kata yang terakhir adalah ”U” artinya utama, artinya memiliki keutamaan antara lain, jujur, disiplin, ramah tamah, sopan, rendah hati, suka menolong dan taat beragama. Sedangkan peranan adalah tingkah laku yang diharapkan dari seseorang pada satu situasi tertentu.

B. Profesi Guru

Profesi bukan sekedar pekerjaan atau vacation melainkan lokasi khusus yang mempunyai ciri-ciri expertise; keahlian, responbility, tanggung jawab dan corporatiness: rasa kejiwaan (Nugroho 1982).

Organisasi profesi merupakan suatu wadah tempat para anggota profesional untuk menggabungkan diri dan mendapat perlindungan.

Di Indonesia profesional memiliki suatu wadah tempat organisasi dibidang pendidikan seperti PGRI, ISAM, TPBI.

Adapun mengenai PGRI suatu wadah organisasi profesional berfungsi sebagai:

a. Menyatukan seluruh kegiatan guru dalam suatu wadah.

b. Mengusahakan adanya kesatuan langkah dan tindakan.

c. Melindungi kepentingan anggota.

d. Mengawasi kemampuan anggota-anggotanya dengan selalu menggiatkan anggotanya.

e. Menyiapkan program-program peningkatan kemampuan anggota.

f. Menyiapkan fasilitas penerbitan dan bacaan dalam rangka meningkatkan kemampuan profesi.

g. Mengambil tindakan terhadap anggota yang melakukan pelanggaran.

Untuk mengatur keseluruhan tingkah laku dan sikap anggotanya organisasi profesional tersebut harus memiliki kode etik, karena kode etik merupakan ukuran nilai bagi para anggotanya untuk bertingkah laku dan bersikap dalam melaksanakan kegiatan pelayanan kepada masyarakat.

C. Kode Etik Guru di Indonesia

PGRI menyadari pendidikan merupakan suatu bidang pengabdian kepada Tuhan yang maha esa bangsa dan tanah air, kemanusiaan pada umumnya dan guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan UUD 1945 serta semangat 17 Agustus 1945. Atas dasar itu guru Indonesia terpanggil untuk menunaikan karya-Nya dengan berpedoman isi pernyataan sebagai berikut :

  1. Guru berbalik membimbing peserta didik seluruhnya untuk membentuk manusia yang ber Pancasila.
  2. Guru memiliki kejuruan ”Profesional” dalam menerapkan Kurikulum sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
  3. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan baik dengan orang tua murid.
  4. Guru memelihara hubungan baik dengan masyarakat.
  5. Guru mengadakan komunikasi terutama dalam memperoleh informasi tentang peserta didik.
  6. Guru secara sendiri-sendiri atau bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu profesionalnya.
  7. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru baik di lingkungan kerja maupun di dalam hubungan keseluruhan.
  8. Guru secara bersama-sama memelihara, membina, dan meningkatkan mutu organisasi profesional sebagai sarana pengabdian.
  9. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerintah.

D. Syarat-syarat yang Harus Dipenuhi Oleh Calon Guru

Profesi atau jabatan guru sebagai pendidik formal di sekolah sebenarnya tidaklah dapat dipandang ringan karena menyangkut berbagai aspek kehidupan serta menuntut pertanggungan jawab moral yang berat. Inilah sebabnya dituntut berbagai persyaratan yang harus dipenuhi oleh orang-orang yang akan berkecimpung dibidang keguruan yaitu para siswa calon guru, agar supaya kelak diharapkan bisa menunaikan tugasnya mendidik dan mengajar murid-muridnya dengan baik.

Persyaratan-persyaratan itu meliputi physik, pscyhis, mental, moral dan intelektual. Adapun perincian penjelasannya adalah sebagai berikut :

ü Persyaratan physik yaitu kesehatan jasmani, maksudnya seorang calon guru haruslah berbadan sehat, tidak berpenyakit menular yang membahayakan seperti misalnya penyakit Tuberculose.

ü Persyaratan psychis, yaitu sehat rohaninya, maksudnya tidak mengalami gangguan kelainan jiwa atau penyakit syaraf, yang tidak memungkinkan dapat menunaikan tugasnya dengan baik, selain itu juga diharapkan memiliki bakat dan minat keguruan.

ü Persyaratan mental, yaitu memiliki sikap mental yang baik terhadap profesi keguruan mencintai dan mengabdi dedikasi pada tugas jabatannya, bermental Pancasila dan bersikap hidup demokratis sesuai dengan rumusan dasar dan tujuan pendidikan sebagaimana yang tercantum di dalam UUD 1945 dan Undang-Undang Pokok Pendidikan.

ü Persyaratan moral, yaitu sifat susila dan budi pekerti luhur. Hal ini sesuai dengan bunyi semboyan klasik yaitu: ”Guru itu untuk digugu dan ditiru” artinya digugu perkataannya dan ditiru perbuatannya.

ü Persyaratan intelektual atau akademis yaitu mengenai pengetahuan dan keterampilan khusus yang diperoleh dari lembaga pendidikan guru yang memberi bekal untuk menunaikan tugas sebagai pendidik formal di sekolah. Jelasnya adalah ijazah guru yang memberikan hak dan wewenang menjadi guru mengajar di muka kelas. Disamping ijazah yang telah dimilikinya itu, setiap guru hendaknya terus membina diri, meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya agar selalu up to date dengan tuntutan profesinya serta perubahan-perubahan di dalam masyarakat.

Demikian syarat-syarat yang perlu diusahakan untuk dipenuhi oleh setiap guru dan calon guru, yang memang dituntut oleh bidang profesi keguruan, agar mereka bisa diharapkan tumbuh menjadi guru-guru yang baik. Itulah sebabnya mengapa para siswa yang mau masuk sekolah-sekolah atau lembaga pendidikan guru seperti SPG, dan IKIP perlu diseleksi dan di-test keadaan physik, psykis dan mentalnya sejauh mana mereka kira-kira bisa memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut di atas. Karena guru sebagai pendidik formal adalah pembina generasi masyarakat yang akan datang, dan dipundak para guru-gurulah terletak tugas ”Nation and Character Building”, agar bangsa Indonesia dengan kebudayaannya tumbuh menjadi bangsa yang memiliki martabat yang setaraf dengan bangsa-bangsa lain di dalam pergaulan internasional.

E. Profesi Kemampuan Dasar Guru

Profesi kemampuan dasar guru sebagai berikut :

1. Mengembangkan kepribadian.

2. Menguasai bahan bidang studi.

3. Mengelola program belajar mengajar.

4. Mengelola kelas.

5. Menggunakan media dan sumber belajar.

6. Menguasai landasan belajar.

7. Mengelola interaksi belajar mengajar.

8. Menilai prestasi peserta didik.

9. Mengenal fungsi dan program pelayanan bimbingan dan penyuluhan.

10. Mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah.

11. Memahami prinsip-prinsip dan penafsiran hasil pendidikan.

12. Interaksi dengan sejawat dan masyarakat.

F. Peranan Guru di Sekolah

Yang dimaksud dengan peranan adalah tingkah laku yang diharapkan dari seseorang pada suatu situasi tertentu. Secara umum banyak sekali peranan yang mesti dilakukan guru dalam melaksanakan tugasnya di sekolah. Namun, peranan guru yang paling pokok berhubungan dengan tugas dan jabatannya sebagai suatu profesi. Tugas guru secara profesional menurut Sutan Zanti Arbi (1992:134) meliputi tugas mendidik, mengajar dan melatih.

Mendidik berarti pemberian bimbingan pada anak agar potensi yang dilimikinya berkembang seoptimal mungkin dan dapat meneruskan serta mengembangkan nilai-nilai hidup. Mengajar berarti memberikan pengajaran dalam bentuk penyampaian pengetahuan (kognitif), sikap (afektif) dan keterampilan (psikomotor) pada diri murid agar dapat menguasai dan mengembangkan ilmu dan teknologi. Untuk melaksanakan tugas yang akan diajarkan, juga di tuntut untuk memiliki seperangkat pengetahuan dan keterampilan teknis mengajar, gagasan baru yang dihasilkan oleh guru hendaknya untuk penyempurnaan kegiatan belajar mengajar.

Cece Wijaya (1991) menyatakan ada tiga tugas dan tanggung jawab pokok profesi guru, yaitu sebagai pengajar, guru sebagai pembimbing, dan guru sebagai administrator kelas. Sebagai pengajar, guru lebih menekankan pada tugas dalam merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. Sebagai pembimbing, guru lebih menekankan pada tugas memberikan bantuan kepada para siswa agar dapat memecahkan masalah yang dihadapi. Sedangkan sebagai administrator kelas, akan memadukan ketatalaksanaan pengajaran yang lebih diutamakan oleh guru.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa profesi bukan sekedar pekerjaan melainkan lokasi khusus yang harus memiliki tanggung jawab, keahlian dan rasa kejiwaan. Seseorang guru harus berjiwa Pancasila dan mengamalkan UUD 1945, dan syarat-syarat seorang guru meliputi aspek kepribadian dan aspek akademis. Peranan guru di sekolah sangatlah penting, karena selain membimbing guru juga mendidik peserta didiknya menjadi manusia yang dewasa dan Pancasilais.

B. Saran dan Masukan

Ø Seorang guru hendaknya melaksanakan profesinya dengan sebaik-baiknya.

Ø Seorang guru janganlah melalaikan tugas dan kewajibannya.

Ø Kepada dosen pengajar kami sangat mengharapkan bimbingan, serta kritikan tentang makalah ini, karena tanpa kritikan dosen pengajar kami tidak dapat memperbaikinya.

DAFTAR PUSTAKA

Team Dedaktik Metodik Kurikulum IKIP ”Pengantar Didaktik Metode Kurikulum PBM”. Penerbit: CV. Rajawali.

Dinn Wahyudin, Supriadi, Ishak Abduhak ”Pengantar Pendidikan”. Penerbit: Universitas Terbuka.

mohon ... klo udah baca posting kami, jangan lupaaaaaaaaaaaa kasi komentar yaaa .... n saran konstruktif ....................


thanks yaa atas komentar kaliaaannnnnnnnnnnnnnn !!!!!