"الله جميل يحبّ الجمال"

Allah Itu Indah, Mencintai Keindahan

Senin, 12 Juli 2010

PENGARUH INTERNET TERHADAP KEHIDUPAN REMAJA

PENGARUH INTERNET TERHADAP KEHIDUPAN REMAJA

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakan Masalah

Seiring dengan perkembangan qaman ,maka kemajuan informasi dan tehnologi sangat di perlukan ,kemudahan dalam mengakses informasi begitu penting, sehingga peningkatan jumlah pemakai internet setiap tahun selalu meningkat di seluruh dunia. Sekarang banyak sekali layanan - layanan akses internit yang kita pilih sesuai sesuai dengan kebutuhan kita salah satunya layanan akses internet dari PT TELKOM Seperti, telkomnet instan dan telkom speedy. Telkomnet instan merupakan layanan Akses dial –up dengan kecepatan berkisar antara 40 kbps -56 kbps sedangkan telkom speedy merupakan akses ADSL dengan kecepatan up.

Ada lagi layanan internet yang menggunakan wireless lan yang merupakan Akses internet tanpa kabel, atau menggunakan handpone, PDA, laptop dan yang lain. Selain itu sinyal hotspot yang sering di sebarkan di tempat-tempat seperti : mail, Café, kampus, atau berbagai tempat lainnya bisa di gunakan untuk mengakses – Internet, kita haya perlu membawa peralatan mobile kita di tempat tersebut dan ber- Internetan di sana. Di era sekarang setiap masyaraakat tentunya telah di permudah untuk mengakses Internet, begitu pula remaja, pada umumnya remaja cenderung menginginkan sesuatu yang serba instan dan cepat sehingga tergadang kurang memikirkan aspek dampak. Maka dari itu penulis menyusun karya tulis ini agar para pembaca dapat lebih memahami pengaruh internet terhadap kehidupan remaja khususnya di daerah Pamekasan.

1.2. Rumusan Masalah

Menurut Uncoln dan Guba (1985:218), Masalah adalah suatu keadaan yang bersumber dari hubungan antara dua factor atau lebih yang menghasilkan situasi yang menimbulkan tanda Tanya dan denga sendirinya memerlukan upaya untuk mecari suatu jawaban (Dalam moleong 2005:93)

Maka dalam karya tulis ini penulis menyimpulkan rumusan masalah sehubungan dengan karya tulis ini adalah,

A. Bagaimanakah proses pengenalan remaja dikota Pamekasan pada Internet ?

B. Apakah perkembangan Internet dj Pamekasan mempengaruhi kehidupan remaja ?

1.3. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi yang objektif tentang : Pengaruh internet terhadap kehidupa remaja di Pamekasan

1.4. Ruang Lingkup Penelitian

A. Ruang Lingkup Subjek

Ruang Lingkup Subjek dalam penelitian ini adalah Remaja di Pamekasan

B. Ruang Lingkup Area

Penelitian ini berlangsung di kota Pamekasan khususnya lokasi-lokasi berlayanan Internet dan SMA Negri 1 Pamekasan, bagin remaja yang sering menggunakan Internet dan sebagai pembanding adalah siswa yang tidak sering menggunakan Internet.

C. Ruang Lingkup Materi

Dlam penelitian ini materi yang akan dijadikan objek penelitian adalah meteri tentang perkembangan Internet dan remaja aerta upaya untuk mengetahui pengaruh Internet terhadap kehidupan remaja.

1.5. Manfaat Penelitian

A. Bagi penulis : Menyadarkan masyarakat bahwa Internet dapat membawa dampak terhadap kehidupan remaja baik secara positif maupun negative.

B. Bagi pembaca : Sebagai tambahan informasi dalam memaksimalkan fungsi Internet.

C. Bagi SMA 1 Pamekasan : sebagai reperensi dan bahan rujukan dalam upaya memberikan pengetahuan penggunaan Internet secara terarah.

D. Bagi guru : Sebagai masukan dalam merancang pempelajaran beretika melalui Internet.

1.6. Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data yang terkimpul (Arikuntu, 2005:64). Bedasarkan teori tersebut maka yang menjadi hipotesis dalam karya tilis ini adalah :

A. Hipotesis Kerja (H1)

Ada pengaruh perkembangan Inetrnet terhadap kehidupan remaja di Pamekasan.

B. Hipotesis Nihil (H0)

Tidak ada pengaruh perkembangan Internet tehadap kehidupan remaja di Pamekasan.

1.7. PEMBATASAN ISTILAH

  1. Internet : adalah system peralatan jaringan antar ruang (komputer).
  2. Remaja : adalah usia Mulai dewasa, sudah sampai umur untuk kawin.
  3. Kehidupan : cara, hal, keadaan tentang kehidupan, dalam hal ini terfokus pada cara, hal dan kehidupan yang berhubungan dengan Internet.

1.8. SISTEMATIKA PENULISAN

Agar dalam penelitian ini lebih terperinci, maka peneliti mencoba menyusun sistematika penulisan sebagai berikut :

BAB 1 Pendahuluan, berfungsi sebagai pengantar Informasi dari keseluruhan materi penulisan laporan penelitian secara rinci, bagian ini berisi tentang : judul, Latar belakang masalah, Rumusan masalah, Tujuan penelitian, Manfa’at penelitian, Hipotesis, Pembatasan istilah, dan Sistematika penulisan.

BAB 2 Kajian pustaka, berisi tantang kajian variabel yang diteliti secara teoris dan kontekstual berdasarkan data-data yang relevan.

BAB 3 Metodologi penelitian, berisi informasi bagaimana peneliti menyiapkan dan melaksanakan penelitian untuk permasalahan. Bab ini berisi tentang metode penelitian yang meliputi : jenis penelitian, Data dan sumber data, populasi dan sampel, Tehnik pengumpulan data, dan tehnik analisa data.

BAB 4 Hasil Penelitian, Penulis akan menyajikan hasil penelitiannya terhadap data yang berisi tentang pengaruh Internet terhadap kehidupan remaja di Pamekasan.

BAB 5 Penutup, merupakan kesimpulan dan saran yang di petik dari keseluruhan penelitian.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1. Perkembangan Internet

Sejarah Internet di mulai pada 1969 ketika departemen kesehatan Amerika, U.S. Devence Advanced Research Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset tentang bagaimana caranya menghubungkan sejumlah koputer sehingga membentuk jaringan organik. Program riset ini di kenal dengan nama ARPANET.

Pada tahun 1970, sudah lebih dari 10 kompyter yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan.

Tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang dia ciptakan setahun yang lalu untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama, Icon @ juga di perkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukkan “at” atau “pada”.

Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat. Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika Serikat yang menjadi anggota jaringan ARPANET. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer yakni Viton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagsan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran Internet. Ide ini di presentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.

Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 MARET 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail dari Royal Signal and Radi Establishment di Malven. Setahun kemudian, sudah lebih 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network.

Pada 1979, Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET. Tahun 1981 france Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan telepon televisi pertama, dimana orang bisa saling menelpon sambil berhubungan dengan video link.

Karena komputer yang membentuk jaringan semakin hari semakin banyak, maka dibutuhkan sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan. Pada tahun 1982 dibentuk transmission control protocol atau TPC dan internet protokol atau IP yang kita kenal semua.

Sementara itu, di Eropa muncul jaringan komputer tandingan yang dikenal dengan Eunet, yang menyediakan jasa jaringan komputer di negara – negara Belanda, Inggris, Denmark dan Swedia. Jaringan Eunet menyediakan jasa e-mail dan newsgroup USENET.

Untuk meragamkan alamt dijaringan komputer yang ada, mak pada tahun 1984 diperkenalkan sistem nama domain, yang kini dikenal dengan DNS atau Domain Name System. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah lebih dari 1000 komputer. Pada tahun 1988, Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC atau Internet Relay Chat. Setahun kemudian, jumlah komputer yang saling berhubungan kembali melonjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari 100.000 komputer kini membentuk jaringan.

Merupakan tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya, yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang disebut www, atau Worl Wide Web. Tahun 1992, Komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer, dan di tahun yang sama muncul istilah surfing the internet. Tahun 1994, Situs internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet. Dunia langsung berubah. Di tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus kelahiran Netscape Navigator 1.0.

Dewasa ini kemajuan teknologi internet telah merambah ke segala bidang kehidupan, mulai dari bidang bisnis, hiburan, budaya dan bahkan pendidikan. Kita semakin dipermudah dengan adanya teknologi yang satu ini. sejak perkembangan pertamanya Internet telah merubah tatanan dan budaya hampir sebagian manusia diberbagai penjuru dunia. Meninggalkan segala pekerjaan yang bersifat manual dan mulai beralih kepada dunia digital (internet).

2.2. Kehidupan Remaja

Kata “remaja” berasal dari bahasa latin yaitu adolescere yang berarti to grow atau to grow. Banyak tokoh yang memberikan definisi tentang remaja, seperti DeBrun (dalam Rice, 1990) mendefinisikan remaja sebagai periode pertumbuhan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa.

Menurut Papalia dan Olds (2001), masa remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa yang pada umumnya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia akhir belasan tahun atau awal dua puluhan tahun. Menurut Hurlock (1981) remaja adalah mereka yang berada pada usia 12-18 tahun. Monks, dkk (2000) memberi batasan usia remaja adalah 12-21 tahun. Menurut Stanley Hall (dalam Santrock, 2003) usia remaja berada pada rentang 12-23 tahun. Berdasarkan batasan-batasan yang diberikan para ahli, bisa dilihat bahwa mulainya masa remaja relatif sama, tetapi berakhirnya masa remaja sangat bervariasi. Bahkan ada yang dikenal juga dengan istilah remaja yang diperpanjang, dan remaja yang diperpendek.

Masa remaja adalah suatu masa perubahan. Pada masa remaja terjadi perubahan yang cepat baik secara fisik, maupun psikologis. Ada beberapa perubahan yang terjadi selama masa remaja antara lain.

v Peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang dikenal dengan sebagai masa storm & stress. Dari segi kondisi sosial, peningkatan emosi ini merupakan tanda bahwa remaja berada dalam kondisi baru yang berbeda dari masa sebelumnya. Pada masa ini banyak tuntutan dan tekanan yang ditujukan pada remaja, misalnya mereka diharapkan untuk tidak lagi bertingkah seperti anak-anak, mereka harus lebih mandiri dan bertanggung jawab.

v Perubahan dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan dengan orang lain. Selama masa remaja banyak hal-hal yang menarik bagi dirinya dibawa dari masa kanak-kanak digantikan dengan hal menarik yang baru dan lebih matang. Hal ini juga dikarenakan adanya tanggung jawab yang lebih besar pada masa remaja, maka remaja diharapkan untuk dapat mengarahkan ketertarikan mereka pada hal-hal yang lebih penting.

v Perubahan nilai, dimana apa yang mereka anggap penting pada masa kanak-kanak menjadi kurang penting karena sudah mendekati dewasa.

v Kebanyakan remaja bersikap ambivalen dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Di satu sisi mereka menginginkan kebebasan, tetapi di sisi lain mereka takut akan tanggung jawab yang menyertai kebebasan tersebut, serta meragukan kemampuan mereka sendiri untuk memikul tanggung jawab tersebut.

Remaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan. Statemen ini sudah dikemukakan jauh pada masa lalu yaitu di awal abad ke-20 oleh Bapak Psikologi Remaja yaitu Stanley Hall. Pendapat Stanley Hall pada saat itu yaitu bahwa masa remaja merupakan masa badai dan tekanan (storm and stress) sampai sekarang masih banyak dikutip orang. Erickson menyatakan masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas dan karakter diri.

Alport (193752) menyatakan bahwa ”character is personality evaluated, and personality is character devaluated” (dalam suryabrat, 1982:2), Alport beranggapan bahwa watak (character) dan kepribadian (personality) adalah sama dan satu, akan tetapi dipandang dari segi berlainan, kalau orang tidak memberikan penilaian, jadi menggambarkan apa adanya, maka dipakai istilah “personality” dan kalau orang bermaksud hendak mengenakan norma – norma, jadi mengadakan istilah penilaian, maka lebih tepat dipergunakan istilah “character”.

Guanarso (1989) merangkum beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja, yaitu :

· Ketidakstabilan emosi.

· Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan.

· Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup.

· Adanya sikap menentang dan menantang orang tua.

· Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan-pertentang dengan orang tua.

· Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya.

· Senang bereksperimentasi.

· Senang bereksplorasi.

· Mempunyai banyak fantasi, khayalan, dan bualan.

· Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok.

Berdasarkan tinjauan teori perkembangan, usia remaja adalah masa saat terjadinya perubahan-perubahan yang cepat, termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif, emosi, sosial dan pencapaian (Fagan, 2006). Sebagian remaja mampu mengatasi transisi ini dengan baik, namun beberapa remaja bisa jadi mengalami penurunan pada kondisi psikis, fisiologis, dan sosial. Beberapa permasalahan remaja yang muncul biasanya banyak berhubungan dengan karakteristik yang ada pada diri remaja.

BAB III

METODELOGI PENELITIAN

Penelitian ini bertujuan untuk memeperoleh deskripsi obyektif tentang pengaruh internet terhadap kehidupan remaja di Pamekasan, penulisan deskripsi adalah penulisan yang melukiskan, memaparkan, menuliskan dan melaporkan suatu keadaan. (Dhohiri dkk, 2002 : 95)

3.1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini menggunakan jenis data yang sifatnya kualitatif karena dataa yang akan dianalisis menggunakan alat ukur. Penulisan deskriptif ini adalah jenis penulisan berdasarkan cara pembahasannya. Penulisan ini berusaha untuk memaparkan, menguraikan deskripsi obyektif tentang pengaruh internet terhadap kehidupan remaja di Pamekasan.

Menjelaskan bahwa penulisan kualitatif adalah salah satu prosedur penulisan yang menghasilkan data deskriptif berupa kata – kata tertulis atau lisan dari orang – orang, dan perilaku yang diamati. Begitu juga David Williams menulis bahwa penulisan kualitatif adalah pengumpulan data pada suatu latar alamiah, dengan menggunakan metode alamiah dan dilakukan oleh orang atau penulis yang tertarik secara alamiah (dalam Moleong, 2005 : 1 – 5). Sejalan dengan definisi tersebut, Kirk dan Miller (1986 : 9) mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung dari pengamatan pada manusia baik dalam kawasan maupun peristiwanya.

3.2. Data Dan Sumber Data

A. Data

Data yang digunakan dalam penulisan ini adalah data yang sifatanya kualitatif, yaitu data terjamin dalam bentuk kata kata atatupun kalimat yang diperoleh dari responden. Datanya berupa fakta fakta berupa kejadian yang dialami remaja dengan internet dikawasan pamekasan yang diperoleh penulisan dengan wawancara dan instrumen yang berupa pertanyaan pertanyaan tentang internet yang difokuskan pada perubahan yang terjadi pada remaja di pamekasan, keseluruhan data yang diperoleh, di olah, dan sajikan dalam bentuk uraian deskriptik bukan dalam bentuk yang di teliti secara sistematis dan logis.

B. Sumber data

Menurut lofland dan lofland (1984:47) sumber data utama dalam penluisan kualitatif ialah kata dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan, seperti dokumen lisan ini sumber datanya adalah menusia yakni remaja yang menggunakan interneet dan yang tidak mengguankan internet.

3.3. Populasi dan sampel

Populasi merupakan subyek sekaligus objek penelitian yang akan diteliti. Dengan demikian populasi merupakan bagian yang sangat penting dalam melakukan penelitian itu sehingga bisa berlangsung.

Sugiono berpendapat bahwa populasi adalah wliayah yang mempunyai karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian di tarik kesimpulan.

Dalam hal ini yang menjadi subyek da;am penelitian adalah remaja, yang didalamnya digunakan sampel, hal ini bertujuan untuk memilih dejumlah “kecil” dan tidak t idak harus representatif untuk mengarah kepada kemahaman secara mendalam (dalam maleang 2005:35).

Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karkteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut dalam penelitian ini di ambil sampel remaja di kabupaten pamekasan (pelajar) yang mengguankan internet dan tidak atau jarang menggunakan internet.

3.4. Teknik pengumpulan data

Teknik pengumpulan data adalah alat atau pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian data selama pelaksanaan peneliti, adapun teknik teknik yang digunakan penulis adalah wawancara atau interview.

Wawancara adalah sebuah dialog yang dilakuakn pewawancara untuk mendapatkan informasi dari pertanyaan pertanyaan yang diajukan. Dalam hal ini peneliti menggunakan teknik wawancara tenstruktur informal, yang mana wawancara dilakukan dengancara mengajukan pertanyaan yang telaha disusun sebelum denga tujuan mendapatkan pokok permasalahan (fokus), dan dilkukan dalam kondisi yangtidak formal mengingt responden adalah remaj yang umumnya lebih leluasa mengapresiasikan argumen dengan media yang tidak terlalu formal dehingga tidak terkesan kaku dan tertekan.

3.5. Teknik analisa data

Unhtuk mengolah data data yang diperoleh, agar bisa dibaca dan mudah di pahamipeneliti memberikan teknik analisa data.

Analisa data, menurut potton (1980:268), adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya kedalam suatu pola, katagori, dan satuan uraian dasar(dalam moleong, 2005:280).

Metode analisis yang digunakan dalampenulisan ini adalah analisis data kualitatif dengan metode perbandingan tetap “grounded research”, artinya teknik yang digunakan bersifat non satistik, teknik ini digunakan untuk memperoleh hasil analisis secara kualitatif yang berupa jawaban dari pertanyaan pertanyaan yang diajukan peneliti.

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Proses Pengenalan Remaja Pada Internet Di Pamekasan

Mayoritas remaja di pamekasan mulai mengenal dan mengaplikasikan internet sejak masa smp, dimulai pada saat akan memasuki dunia menengah pertama hingga menjelag mengakhiri dunia sekolah.

Pada umumnya remaja (khususnya pelajar) dipamekasan mulai mendapatkan pelajaran T.I.K tentang internet pada saat masa sekolah menengah pertama, pada saat itu mereka mengakui adanya pengaruh yang sangat besar tentang pandangan orang lain terhadap diri mereka, seperti, tidak menginginkan adanya pandangan bahwa mereka gagap teknologi, karena hal itulah peneliti menemukan adanya rasa minder atau rasa tidak percaya diri pada remaja yang tidak atau kurang mengetahui internet, sehingga, mereka melakukan suatu upaya untuk menghilangkan anggapan orang tersebut, dalam hal ini kami melihat teman sebaya merupakan faktor yang sangat mendominasi dikalangan remaja, pergaulan mereka dapat menciptakan suasana dapat saling menerima dan memberi, dimana para responden kami kebanyakan mengatakan bahwa “melihat teman saya bisa mengaplikasikan internet, saya menjadi semangat untuk belajar juga” karena hal itu mereka melakukan suatu imitasi sikap, namun, walaupun mayoritas remaja memulai mengenal internet dengan cara yang relatif sama, sikap mereka dalam menghadapi perkembangan internet berbeda satu sama lain, karena intensitas mereka dalam mengakses internet berbeda, hal ini akan di bahas lebih mendetil dalam pembahasan berikutnya.

Proses pengenalan remaja pada internet di pamekasan juga tidak akan berlangsung tanpa adanya sarana yang mendukung mereka, karena melalui sarana itulah mereka meulia bereksprimentasi, kami mengamati sarana sekolah pada saat mereka mendapatkan pelajaran internet sangat mendukungproses pengenalan mereka, karena saat itulah awal mereka mengenal internet sehingga, jika sekolah telah meyediakan ,media untuk mengakses internet mereka juga lebih terarah dalam pengaksesannya, korelasi antara pengaruh teman dan adanya sarana itu berperan penting, karena faktanya dalam penelitian ini akmi menemukan pada sebagian remaja yang hidup di pedesaan dan pada umumnya tidak mendapat sarana untuk mengakses internet, mereka hanya mendapat matri yang mereka kaui tidak begitu paham,karena tidak bersentuhan secara langsung, ironisnya keinginan mereka masih sangat besar untuk mengetahui internet lebih jauh,namun karena kendala sarana itulah menyimpan keinginan tersebut, bahkan sebagian remaja malu berbicara tentang internet walaupun mereka ingin tahu karena lasan mereka tidak pernah mengenal internet secara langsung, beda halnya dengan remaja yang sering atau setidaknya telah mengaplikasikan internet itu sendiri, mereka telah bisa mendapatkan informasi secara lebih, bermain dalam internet, menikmati hiburan, bahkan mendapatkan teman sebagaimana data yang kami peroleh.

Sebagian remaja di Pamekasan mendapatkan lebih dari 100 teman dari duni maya (internet) sebagian yang lain tidak meyukai hal tersebut.

Dalam penelitian kami menemukan beberapa responden menyatakan senang mendapatkna teman yang banyak dari dari dunia maya, bisa dalam hal keperluan informasi ataupun yang lainnya namun beberapa responden menyetakan hak itu tidak menarik, setelah kami telusuri lebih jauh, hal ini ternyat juga disebabkan proses pengenalan yang terjadi pada massa awal dan tindakan yang mereka lakukan sesudahnya, remaja yang pada awal mengenal memang sanagat antusias maka memungkinkan mengakses internet secara menyeluruh sedangkan yang hanya berniat mengenal internet saja mengakses internet untuk keperluan keperluan yang dianggap penting ataupun pelepas rasa bosan.

Jadi proses pengenalan remaja di pamekasan berbeda antar remja dan remaja yang lain tergantung dari kesediaan faktor pendukung seperti yang diuraikan pendapat, proses tersebut dapat berlangsung cepat dan berkembang pada beberapa remaja tapijuga dapat berlangsung lambat dan statis pada remaja lain.

B. Pengaruh Perkembangan Internet Pada Kehidupan Remaja Di Pamekasan

Pertumbuhan pengguna internet di Indonesia semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi infomasi yang berlangsung pada dunia luar ikut mendapat dampak dari hal tersebut berdasarkan data yang kami peroleh.

Di Pamekasan setidaknya telah ada lebih dari 10 warnet yang berlokasi di sekitar kota dan telah banyak remaja yang menggunakan handphone dengan layanan GPRS namun sebagian dari mereka memiliki warung internet.

Pada dasarnya sudah banyak remaja yang menggunakan handphone dengan layanan GPRS, sehingga mereka dapat mengakses internet melalui handphone mereka kapanpun mereka inginkan. Dalam kondisi ini kami telah mencoba mencari informasi dari beberapa responden yang melalukan hal ini, ternyata mereka mengakui adanya teknologi seperti ini sangat menyenangkan bagi mereka, karena mereka dapat mengakses internet dimanpun mereka mau, sayangnya, kami menemukan pelanggaran remaja (pelajar) terhadap peraturan sekolah untuk tidak mengaktifkan handphone selama kegiatan belajar mengajar berlangsung karena ketertarikan yang telah menggerogoti mereka, para remaja mengakui seringnya lupa waktu, karena hal itu pada beberapa remaja yang lain mengakui warung internet adalah tempat yang lebih menyenangkan dan lebih menarik untuk mengakses internet. Alasan yang mereka kemukakan relatif sama, biaya yang mereka keluarkan akan terasa lebih ringan dari pada harus menggunakan handphone yang menghabiskan pulsa, selain itu layanan di warnet, lebih baik karena mereka dapat mengakses data lebih luas dan lebih leluasa, dalam kata “leluasa” ini kami menemukan sesuatu yang menarik karena dari jawaban responden yang kami temui, mereka mengungkapkan bukan sekedar leluasa dalam hal pengaksesan. Namun juga dengan leluasa dapat keluar rumah memilih warung internet yang mereka sukai. Bahkan secara leluasa memilih teman selama mengakses internet. Karena hal itulah kami melihat remaja di Pamekasank mulai mengalami sikap ambivalen, di satu sisi mereka menginginkan kebabasan, namun di sisi lain mereka takut akan tanggun jawab yang mengiringi kebebasan itu. Mereka mengaku lebih tertarik mengakses internet di luar rumah karena tidak akan mendapatkan pertanyaan – pertanyaan menyelidiki dari orang tua mereka, seperti, untuk apa kamu mengakses situs itu? Apa kegunaannya bagi kamu?, dan berbagai argumen orang tua yang mereka rasa bernada perintah, karena penyediaan warung internet yang cukup memadai di kota Pamekasan sekalipun belum merata, menyebabkan mudahnya remaja yang memilih alasan “leluasa” tersebut untuk menjalankan keinginannya.

Pada awalnya hipotesa kami pada penelitian dalam hal alasa ini, akan menyebabkan kesenjangan hubungan orang tua dan anak, karenanya, kami mencoba memberikan suatu pilihan kasus pada remaja untuk akhirnya mereka jawab, “jika mereka akan keluar rumah sepulang sekolah karena alasan pergi ke warung internet apakah mereka akan lengsung pergi tanpa izin orang tua?”, jawaban yang mereka ajukan umumnya bervariasi, seperti minta izin melalui handphone kemudian pergi, pulang dulu kerumah kemudian mengganti waktu pada sore hari, namun intinya mereka memilih untuk mendapatkan izin orang tua, alasannya karena, sekalipun mereka dapat langsung pergi ke warnet saat itu namun merek tidak ingin mendapatkan masalah yang berkepanjangan dengan orang tua mereka karena alasan sering keluar rumah, sepanjang penelitian ini kami menemukan remaja Pamekasan masih menghormati orang tua mereka. Namu tetap berpotensi menimbulkan sedikit perubahan pada hubungan mereka. Data lain yang peneliti peroleh adalah :

Mayoritas warung internet di Pamekasan memiliki pelanggan remaja yang intensitasnya relatif sama. Bahkan, waktu berlangganan yang relatif sama pula, namun mereka memilih cara yang berbeda dalam melayani pelanggannya.

Setelah kami melalukan interview, banyak pemilik warung internet yang mengaku 70% dari pelanggannya adalah remaja, mereka biasanya mendapatkan pelanggan remaja lebih banyak pada saat pulang sekolah, sore hari, dan minggu pagi. Sedangkan pada malam hari remaja yang menggunakan internet tidak banyak, namun bukan dalam artian tidak ada, dalam kondisi warnet di Pamekasan lebih di dominasi remaja. Tentunya layanan yang diberikan berbagai warnet di Pamekasan juga harus diteliti untuk mengetahui perubahan sikap yang mereka tunjukkan pada saat mengakses internet, ternyata beberapa pemilik warnet mengakui adanya beberapa penyimpangan pada akses yang remaja lakukan, mareka perhari menemukan remaja membuka situs – situr pronografi dan melihat warnet sering kali digunakan sebagai tempat berbuat maksiat bersama pasangan mereka, hal ini sehubungan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan warnet memungkinkan remaja memilih teman sesuka hati mereka, pada warnet lain, ada yang mengungkapkan tidak melalukan pengawasan pada akses yang dilakukan remaja sehubungan dengan privasi pelanggan dan jarak antara server dan pelanggan yang jauh, namun bukan berarti warnet yang demikian itu, tidak melakukan suatu upaya untuk mengurangi keingingan remaja untuk berbuat hal negatif, karena kenyatannya pada umumnya pemilik warnet menyadari potensi perbuatan negatif yang akan dilakukan remaja sehingga mereka melakukan suatu upaya untuk mencegah atau setidaknya meminimalisir potensi tersebut, seperti menformat bentuk – bentuk warung internet yang tidak bertirai sehingga pelanggan tidak berada dalam kondisi terlalu tertutup namun antar pelanggan di batasi tembok triplex sebagai pembatas, pada wallpaper komputer diberi anjuran untuk menggunakan internet pada hal – hal positif bahkan ada warung internet yang pada temboknya juga diberik anjuran serupa. Pada warnet yang pemiliknya pernah secara langsung menemukan pelanggaran sikap ataupun situs akses, mereka mengaku menasehati pelanggan yang melalukan pelanggaran tersebut. Melalui kata – kata secara langsung. Namun biasanya hal itu membuat pelanggar enggan untuk kembali ke warnet tersebut. Hal ini menunjukkan masih adanya rasa malu pada setiap pelanggaran yang remaja lakukan.

Kini warnet di Pamekasan semakin memberikan berbagai cara untuk menarik pelanggan, seperti dalam hal tarif ada warnet yang membagi dalam bentuk paket, tapi pada umumnya warnet di Pamekasan memberikan tarif Rp. 3.000 pada pelanggannya perjam. Dalam hal program, beberapa warung internet juga memberikan suguhan program keunggulan warnetnya seperti : google earth, pemutar video dan software editing photo, sehigga pelanggan yang umumnya remaja lebih tertarik, tentunya dengan berbagai layanan tersebut, remaja akan melakukan pilihan pada warnet mana dan program apa yang akan mereka akses, peneliti menemukan bahwa :

Hobi dan kebiasaan remaja mempengaruhi pilihan mereka dalam mengakses internet.

Dalam hal ini peneliti memberikan sample responden yang menyukai musik dan selalu ingin terdepan dalam informasi musik terbaru mengakses situs 4shared, stafaband.com dan lainnya, remaja yang gemar seni mengakses situs DA, remaja yang terbisa hidup dengan berbagai kelompok teman yang relatif besar mengakses facebook, friendster, twitter dan sebagainya. Beberapa sampel tersebut tentunya menunjukkan hobi dan kebiasaan mereka mempengaruhi apa yang akan mereka akses. Setelah kami melakukan penelitian lebih lanjut terhadap sikap mereka dalam menghadapi pekermbangan internet, kami mencoba memberikan pertanyaan perihal kasus Prita Mulya Sari yang menyebabkan terlibat konflik karena pernyataannya di internet. Dalam hal ini peneliti menginginkan jawaban apakah dengan adanya kasus tersebut, menimbulkan dampak tertentu, hasil penelitian kami adalah :

Keinginan menyalurkan rasa ingin tahu pada remaja di Pamekasan lebih besar dari rasa khawatir mereka.

Pada dasarnya setiap responden remaja mengaku merasa kekhawatira namun mereka menyatakan tidak terpengaruh dalam hal intensitas mereka mengakses internet, mereka tetap mengakses internet seperti kebiasaan mereka entah itu 1 minggu 3 kali, 1 minggu 5 kali, setiap hari, atau yang hanya memanfaatkan waktu luang saja, yang berbeda hanyalah kewaspaan mereka dalam hal mengungkapkan kalimat di internet ataupun tindakan – tindakan lainnya. Pastinya mereka mengaku lebih behati – hati. Ternyata dalam hal ini ada responden kami yang pernah mengalami konflik karena situs pertemanan facebook, dia mengaku pernah mempunyai masalah dengan teman facebooknya, namun untungnya hal itu tidak berkepanjangan, dikarenakan ketika masalah itu mulai muncul, dia langsung mencoba membicarakannya secara baik – baik kepada pihak yang bersangkutan di dunia nyata, hal ini menunjukkan tidak selamanya internet menimbulkan konflik, namun di sisi lain internet juga dapat memberikan pendewasaan sikap remaja yang sedang mengalami masa transisi dalam menghadapi masalah, bagaiman mereka meredam emosi ketika mendapati sebuah masalah di internet, memikirkan secara baik solusi terhadap masalah tersebut, hingga menemui orang yang bersangkutan untuk memecahkan masalah bersama, hal ini tentu menggambarkan proses yang sangat baik akan terjadi pada remaja, sekalipun hal tersebut masih tergantung pada sikap tempraman yang ada pada individu remaja tersebut. Selanjutnya penelitian kami lebih lanjut lagi menemukan bahwa :

Intensitas dan kualitas program yang diakses melalui internet mempengaruhi sikap remaja Pamekasan terhadap perkembangan internet.

Remaja yang lebih sering menggunakan internet, tentu akan lebih mengetahui program – program yang dimiliki internet secara intens, hal tersebut menyebabkan mereka lebih mengetahui betapa banyaknya kesenangan yang mereka dapatkan dari internet, sehingga mereka akan selalu mengikuti perkembangan internet. Seperti menambah teman dari internet dan berkomunikasi secara intens dengan komunitasnya. Yang menyebabkan mereka tidak pernah luput dari online di internet, pada awalnya mereka merasakan kecanduan hingga responden kami mengaku lupa waktu saat menggunakan internet. Mereka merasa waktu berjalan begitu cepat hingga tanpa mereka sadari telah melewatkan waktu berjam – jam di dunia maya (internet). Bahkan, sering kali lupa pada tugas yang harus mereka kerjakan di dunia nyata, di sini terlihat bahwa mereka sangat antusias terhadap perkembangan internet. Di sisi lain remaja yang tidak terlalu sering menggunakan internet, mereka hanya mengakses internet di sisi kebutuhan mareka saja, seperti untuk keperluan tugas ataupun sekedar bertukar e-mail, beberapa responden kami menyatakan tidak ingin terlalu tergantung dengan internet. Sehingga memutasi pengaksesannya dan hanya memanfaatkan untuk keperluan yang sekiranya penting bagi mereka. Karena hal tersebut mereka cenderung tidak terlalu tertarik dengan perkembangan internet yang ada. Namun mengenai perubahan kehidupan yang dialami remaja di Pamekasan. Kami menemukan bahwa :

Remaja Pamekasan pada umumnya merasakan perubahan yang terjadi pada kehidupannya setelah mengenal internet.

Pada umumnya perubahan yang mereka rasakan adalah mereka lebih tahu tentang informasi terbaru sehingga dapat menambah pengetahuan mereka, dalam menyelesaikan tugas lebih mudah. Dan mereka merasakan hidup lebih menyenangkan dengan internet, ada pula yang mengungkapkan beberapa responden mengaku lebih suka membaca informasi dari internet dari pada harus membaca buku, berbagai perubahan yang terjadi diakibatkan perkembangan internet tersebut tentunya tidak lepas dari perubahan pada hubungan mereka pada orang tuannya, diantara perubahan yang terjadi dan dapat mempengaruhi hubungan orang tua dengan remaja adalah, puberitas, penalaran logis yang berkembang, pemikiran idealis yang meningkat, dan pergaulan menuju kebebasan. Biasanya konflik yang terjadi antara remaja dengan orang tua hanya berkisar masalah kehidupan sehari – hari seperti jam pulang kerumah yang jarang menimbulkan dilema utama.

Ternyata tindakan orang tua terhadap perilaku perubahan anak mempengaruhi intensitas perubahan mereka. Karena beberapa remaja juga mengeluhkan cara – cara orang tua memperlakukan mereka yang otoriter, atau sikap – sikap orang tua yang terlalu kaku atau tidak memahami kepentingan remaja. Akhir – akhir ini banyak orang tua maupun pendidik yang merasa khawatir bahwa anak – anak mereka, terutama remaja mengalami degradasi moral. Sementara remaja sendiri juga sering dihadapkan pada dilema – dilema moral, sehingga remaja merasa bingung terhadap keputusan – keputusan moral yang harus diambilnya, walaupun di dalam keluarga mereka sudah ditanamkan nilai – niali, tetapi remaja akan merasa bingung ketika menghadapi kenyataan ternyata nilai – nilai tersebut sangat berbeda dengan nilai – nilai yang dihadapi bersama teman – temannya maupun dilingkungan yang berbeda. Pengawasan terhadap tingkah lalu oleh orang dewasa sudah sulit dilakukan terhadap remaja karena lingkungan remaja sudah sangat luas, sehingga pengasahan terhadap hati nurani sebagai pengendali internal perilaku remaja menjadi sangat penting, agar remaja bisa mengendalikan perilakunya sendiri ketika tidak ada orang tua maupun guru dan segera menyadari serta memperbaiki diri ketikaq dia bxerbuat salah.

AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH

MAKALAH

AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH

BAB I

PENDAHULUAN

Mengetahui siapa Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah perkara yang sangat penting dan salah satu bekal yang harus ada pada setiap muslim yang menghendaki kebenaran sehingga dalam perjalanannya di muka bumi ia berada di atas pijakan yang benar dan jalan yang lurus dalam menyembah Allah Subhanahu wa Ta’ala sesuai dengan tuntunan syariat yang hakiki yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu `alaihi wasallam empat belas abad yang lalu.

Pengenalan akan siapa sebenarnya Ahlus Sunnah Wal Jama’ah telah ditekankan sejak jauh-jauh hari oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kepada para sahabatnya ketika beliau berkata kepada mereka :

افْتَرَقَتِ الْيَهُوْدُ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً وَافْتَرَقَتِ النَّصَارَى عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً وَإِنَّ أُمَّتِيْ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلاَثِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً كُلُّهَا فِي النَّارِ إِلاَّ وَاحِدَةً وَهِيَ الْجَمَاعَةُ

“Telah terpecah orang–orang Yahudi menjadi tujuh puluh satu firqoh (golongan) dan telah terpecah orang-orang Nashoro menjadi tujuh puluh dua firqoh dan sesungguhnya umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga firqoh semuanya dalam neraka kecuali satu dan ia adalah Al-Jama’ah”. Hadits shohih dishohihkan oleh oleh Syaikh Al-Albany dalam Dzilalil Jannah dan Syaikh Muqbil dalam Ash-Shohih Al-Musnad Mimma Laisa Fi Ash-Shohihain -rahimahumullahu-.

Demikianlah umat ini akan terpecah, dan kebenaran sabda beliau telah kita saksikan pada zaman ini yang mana hal tersebut merupakan suatu ketentuan yang telah ditakdirkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala Yang Maha Kuasa dan merupakan kehendak-Nya yang harus terlaksana dan Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Mempunyai Hikmah di belakang hal tersebut.

BAB II

PEMBAHASAN

A. AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH : GOLONGAN YANG SELAMAT (al Firqah an-Najiyah)

Bersabda Junjungan Besar Nabi Muhammad SAW, maknanya:“dan sesungguhnya ummat ini akan terpecah menjadi 73 golongan, 72 di antaranya di neraka dan hanya satu yang di surga yaitu al-Jama’ah”. (H.R. Abu Dawud)

Akal adalah syahid (saksi dan bukti) akan kebenaran syara’. Inilah sebenarnya yang dilakukan oleh ulama tauhid atau ulama al-kalam (teologi). Yang mereka lakukan adalah taufiq (pemaduan) antara kebenaran syara’ dengan kebenaran akal, mengikuti jejak nabi Ibrahim -seperti dikisahkan al-Quran- ketika membantah raja Namrud dan kaumnya, di mana beliau menundukkan mereka dengan dalil akal. Fungsi akal dalam agama adalah sebagai saksi bagi kebenaran syara’ bukan sebagai peletak dasar bagi agama itu sendiri. Berbeza dengan golongan falsafah yang berbicara tentang Allah, malaikat dan banyak hal lainnya yang hanya berdasarkan penilaian akal semata-mata. Mereka menjadikan akal sebagai dasar agama tanpa memandang ajaran yang dibawa para nabi dan rasul.

Tuduhan kaum Musyabbihah dan Mujassimah iaitu kaum yang sama sekali tidak memfungsikan akal dalam agama, terhadap Ahlussunnah Wal Jamaah sebagai ’Aqlaniyyun (kaum yang hanya mengutamakan akal) atau sebagai kaum Mu’tazilah atau Afrakh al-Mu’tazilah (anak bibitan kaum Mu’tazilah) dengan alasan kerana menggunakan akal sebagai salah satu sumber utama, adalah tuduhan yang amat salah. Ini tidak ubah seperti kata pepatah arab “Qabihul Kalam Silahulliam” (kata-kata yang jelek adalah senjata para pengecut). Secara ringkas tetapi namun padat, kita ketengahkan pembahasan tentang Ahlussunnah sebagai al-Firqah an-Najiyah (golongan yang selamat), asal-usulnya, dasar-dasar ajaran dan sistemnya.

B. PENGENALAN DAN KRONOLOGI SEJARAH

Sejarah mencatat bahawa di kalangan umat Islam bermula dari abad-abad permulaan (mulai dari masa khalifah sayyidina Ali ibn Abi Thalib) sehinggalah sekarang terdapat banyak firqah (golongan) dalam masalah aqidah yang saling bertentangan di antara satu sama lain. Ini fakta yang tidak dapat dibantah. Bahkan dengan tegas dan jelas Rasulullah telah menjelaskan bahawa umatnya akan berpecah menjadi 73 golongan. Semua ini sudah tentunya dengan kehendak Allah dengan berbagai hikmah tersendiri, walaupun tidak kita ketahui secara pasti. Hanya Allah yang Maha Mengetahui segala sesuatu. Namun Rasulullah juga telah menjelaskan jalan selamat yang harus kita ikuti dan panuti agar tidak terjerumus dalam kesesatan. Iaitu dengan mengikuti apa yang diyakini oleh al-Jama’ah; majoriti umat Islam. Karena Allah telah menjanjikan kepada Rasul-Nya, Nabi Muhammad, bahawa umatnya tidak akan tersesat selama mana mereka berpegang teguh kepada apa yang disepakati oleh kebanyakan mereka. Allah tidak akan menyatukan mereka dalam kesesatan. Kesesatan akan menimpa mereka yang menyimpang dan memisahkan diri dari keyakinan majoriti.

Mayoriti umat Muhammad dari dulu sampai sekarang adalah Ahlussunnah Wal Jama’ah. Mereka adalah para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam Ushul al-I’tiqad (dasar-dasar aqidah); iaitu Ushul al-Iman al-Sittah (dasar-dasar iman yang enam) yang disabdakan Rasulullah dalam hadith Jibril uang bermaksud : “Iman adalah engkau mempercayai Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab- kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir serta Qadar (ketentuan Allah); yang baik maupun buruk”. (H.R. al Bukhari dan Muslim)

Perihal al-Jama’ah dan pengertiannya sebagai majoriti umat Muhammad yang tidak lain adalah Ahlussunnah Wal Jama’ah tersebut dijelaskan oleh Rasulullah dalam sabdanya yang bermaksud: “Aku berwasiat kepada kalian untuk mengikuti sahabat-sahabatku, kemudian mengikuti orang-orang yang datang setelah mereka, kemudian mengikuti yang datang setelah mereka“. Dan termasuk rangkaian hadith ini: “Tetaplah bersama al-Jama’ah dan jauhi perpecahan karena syaitan akan menyertai orang yang sendiri. Dia (syaitan) dari dua orang akan lebih jauh, maka barang siapa menginginkan tempat lapang di syurga hendaklah ia berpegang teguh pada (keyakinan) al-Jama’ah”. (H.R. at-Tirmidzi; berkata hadith ini Hasan Shahih juga hadith ini dishahihkan oleh al-Hakim).

Al-Jama’ah dalam hadith ini tidak boleh diartikan dengan orang yang selalu melaksanakan solat dengan berjama’ah, jama’ah masjid tertentu. Konteks pembicaraan hadith ini jelas mengisyaratkan bahwa yang dimaksud al-Jama’ah adalah mayoritas umat Muhammad dari sisi jumlah(‘adad). Penafsiran ini diperkuatkan juga oleh hadith yang dinyatakan di awal pembahasan. Iaitu hadith riwayat Abu Daud yang merupakan hadith Shahih Masyhur, diriwayatkan oleh lebih dari 10 orang sahabat. Hadith ini memberi kesaksian akan kebenaran majoriti umat Muhammad bukan kesesatan firqah-firqah yang menyimpang. Jumlah pengikut firqah-firqah yang menyimpang ini, jika dibandingkan dengan pengikut Ahlussunnah Wal Jama’ah sangatlah sedikit. Seterusnya di kalangan Ahlussunnah Wal Jama’ah terdapat istilah yang popular iaitu “ulama salaf”. Mereka adalah orang-orang yang terbaik dari kalangan Ahlusssunnah Wal Jama’ah yang hidup pada 3 abad pertama hijriyah sebagaimana sabda nabi yang maknanya: “Sebaik-baik abad adalah abadku kemudian abad setelah mereka kemudian abad setelah mereka”. (H.R. Tirmidzi)

Pada masa ulama salaf ini, di sekitar tahun 260 H, mula tercetus bid’ah Mu’tazilah, Khawarij, Musyabbihah dan lain-lainnya dari kelompok-kelompok yang membuat fahaman atau mazhab baru. Kemudian muncullah dua imam muktabar pembela Aqidah Ahlussunnah iaitu Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari (W. 324 H) dan Imam Abu Manshur al-Maturidi (W. 333 H) –semoga Allah meridhai keduanya–menjelaskan aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah yang diyakini para sahabat Nabi Muhammad dan orang-orang yang mengikuti mereka, dengan mengemukakan dalil-dalil naqli (nas-nas al-Quran dan Hadith) dan dalil-dalil aqli (argumentasi rasional) disertaikan dengan bantahan-bantahan terhadap syubhat-syubhat (sesuatu yang dilontarkan untuk mengaburkan hal yang sebenarnya) golongan Mu’tazilah, Musyabbihah, Khawarij dan ahli bid’ah lainnya.

Disebabkan inilah Ahlussunnah dinisbahkan kepada keduanya. Mereka; Ahlussunnah Wal Jamaah akhirnya dikenali dengan nama al-Asy’ariyyun (para pengikut Imam Abu al-Hasan Asy’ari) dan al-Maturidiyyun (para pengikut Imam Abu Manshur al-Maturidi). Hal ini menunjukkan bahawa mereka adalah satu golongan iaitu al-Jama’ah. Kerana sebenarnya jalan yang ditempuhi oleh al-Asy’ari dan al-Maturidi dalam pokok aqidah adalah sama dan satu. Adapun perbezaan yang terjadi di antara keduanya hanyalah pada sebahagian masalah-masalah furu’ (cabang) aqidah. Hal tersebut tidak menjadikan keduanya saling berhujah dan berdebat atau saling menyesatkan, serta tidak menjadikan keduanya terlepas dari ikatan golongan yang selamat (al-Firqah al-Najiyah). Perbezaan antara al-Asy’ariyyah dan al-Maturidiyyah ini adalah seperti perselisihan yang terjadi di antara para sahabat nabi, tentang adakah Rasulullah melihat Allah pada saat Mi’raj? Sebahagian sahabat, seperti ‘Aisyah dan Ibn Mas’ud mengatakan bahawa Rasulullah tidak melihat Tuhannya ketika Mi’raj. Sedangkan Abdullah ibn ‘Abbas mengatakan bahawa Rasulullah melihat Allah dengan hatinya. Allah memberi kemampuan melihat kepada hati Nabi Muhammad atau membuka hijab sehingga dapat melihat Allah. Namun demikian al-Asy’ariyyah dan al-Maturidiyyah ini tetap bersama atau bersefahaman dan sehaluan dalam dasar-dasar aqidah. Al-Hafiz Murtadha az-Zabidi (W. 1205 H) mengatakan:“Jika dikatakan Ahlussunnah wal Jama’ah, maka yang dimaksud adalah al-Asy’ariyyah dan al-Maturidiyyah “. (Al-Ithaf Syarah li Ihya Ulumuddin, juz 2 hlm 6)

Maka aqidah yang sebenar dan diyakini oleh para ulama salaf yang soleh adalah aqidah yang diyakini oleh al-Asy’ariyyah dan al-Maturidiyyah. Kerana sebenarnya keduanya hanyalah merumuskan serta membuat ringkasan yang mudah (method) dan menjelaskan aqidah yang diyakini oleh para nabi dan rasul serta para sahabat. Aqidah Ahlusssunnah adalah aqidah yang diyakini oleh ratusan juta umat Islam, mereka adalah para pengikut madzhab Syafi’i, Maliki, Hanafi, serta orang-orang yang utama dari madzhab Hanbali (Fudhala’ al-Hanabilah).

Aqidah ini diajarkan di pondok-pondok Ahlussunnah di negara kita Malaysia,Indonesia,Thailand dan lain-lainnya.Dan Alhamdulillah, aqidah ini juga diyakini oleh ratusan juta kaum muslimin di seluruh dunia seperti Brunei, India, Pakistan, Mesir (terutama al-Azhar), negara-negara Syam (Syria, Jordan, Lubnan dan Palestin), Maghribi,Yaman, Iraq, Turki, Chechnya, Afghanistan dan banyak lagi di negara-negara lainnya.

Maka wajib bagi kita untuk sentiasa memberi penuh perhatian dan serius dalam mendalami aqidah al- Firqah al-Najiyah yang merupakan aqidah golongan majoriti. Kerana ilmu aqidah adalah ilmu yang paling mulia, sebab ia menjelaskan pokok atau dasar agama. Abu Hanifah menamakan ilmu ini dengan al-Fiqh al-Akbar. Kerana mempelajari ilmu ini wajib diutamakan dari mempelajari ilmu-ilmu lainnya. Setelah selesai atau khatam mempelajari ilmu ini barulah disusuli dengan ilmu-ilmu Islam yang lain. Inilah method yang diikuti para sahabat nabi dan ulama rabbaniyyun dari kalangan salaf maupun khalaf dalam mempelajari agama ini. Tradisi ini telah bermula dari zaman Rasulullah, sebagaimana yang dikatakan oleh Ibn Umar dan Jundub, maknanya: “Kami ketika remaja saat mendekati baligh- bersama Rasulullah mempelajari iman (tauhid) dan belum mepelajari al-Qur’an. Kemudian kami mempelajari al-Qur’an maka bertambahlah keimanan kami”. (H.R. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh al-Hafidz al-Bushiri).

Ilmu aqidah juga disebut dengan ilmu kalam. Hal ini kerana ramainya golongan yang menyalahgunakan nama Islam namun menentang aqidah Islam yang sebenar dan banyaknya kalam (argumentasi) dari setiap golongan untukmembela aqidah mereka yang sesat. Tidak semua ilmu kalam itu tercela, sebagaimana dikatakan oleh golongan Musyabbihah (kelompok yang menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya). Akan tetapi ilmu kalam terbahagi menjadi dua bahagian ; ilmu kalam yang terpuji dan ilmukalam yang tercela. Ilmu kalam yang kedua inilah yang menyalahi aqidah Islam kerana dikarang dan dipelopori oleh golongan-golongan yang sesat seperti Mu’tazilah, Musyabbihah (golongan yang menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya, sepeti kaum Wahabiyyah) dan ahli bid’ah lainnya. Adapun ilmu kalam yang terpuji ialah ilmu kalam yang dipelajari oleh Ahlussunah untuk membantah golongan yang sesat. Dikatakan terpuji kerana pada hakikatnya ilmu kalam Ahlussunnah adalah taqrir dan penyajian prinsip-prinsip aqidah dalam formatnya yang sistematik dan argumentatif; dilengkapi dengan dalil-dalil naqli dan aqli. Dasar-dasar ilmu kalam ini telah wujud di kalangan para sahabat. Di antaranya, Imam Ali ibn Abi Thalib dengan argumentasinya yang kukuh dapat mengalahkan golongan Khawarij, Mu’tazilah dan juga dapat membantah empat puluh orang yahudi yang meyakini bahwa Allah adalah jisim (benda). Demikian pula Abdullah ibn Abbas, Al-Hasan ibn Ali ibn Abi Thalib dan Abdullah ibn Umar juga membantah kaum Mu’tazilah. Sementara dari kalangan tabi’in; Imam al-Hasan al-Bashri, Imam al-Hasan ibn Muhamad ibn al-Hanafiyyah; cucu Saidina Ali ibn Abi Thalib dan khalifah Umar ibn Abdul Aziz juga pernah membantah kaum Mu’tazilah. Kemudian juga para imam dari empat mazhab; Imam Syafi’i, Imam Malik, Imam Abu Hanifah, dan Imam Ahmad juga menekuni dan menguasai ilmu kalam ini. Sebagaimana dinukilkan oleh al-Imam Abu Manshur al-Baghdadi (W 429 H) dalam kitab Ushul ad-Din, al-Hafizh Abu al-Qasim ibn ‘Asakir (W 571 H) dalam kitab Tabyin Kadzib al Muftari, al-Imam az-Zarkasyi (W 794 H) dalam kitab Tasynif al-Masami’ dan al ‘Allamah al Bayyadli (W 1098 H) dalam kitab Isyarat al-Maram dan lain-lain. Allah berfirman yang bermaksud: “Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah dan mohonlah ampun atas dosamu”. (Muhammad :19) Ayat ini sangat jelas mengisyaratkan keutamaan ilmu ushul atau tauhid. Yaitu dengan menyebut kalimah tauhid (la ilaha illallah) lebih dahulu dari pada perintah untuk beristighfar yang merupakan furu’ (cabang) agama. Ketika Rasulullah ditanya tentang sebaik-baiknya perbuatan, beliau Menjawab,maknanya: “Iman kepada Allah dan rasul-Nya”. (H.R. Bukhari) Bahkan dalam sebuah hadits Rasulullah mengkhususkan dirinya sebagai orang yang paling mengerti dan faham ilmu tauhid, beliau bersabda,maknanya: “Akulah yang paling mengerti di antara kalian tentang Allah dan paling takut kepada-Nya”. (H.R. Bukhari)

Kerana itu, sangat banyak ulama yang menulis kitab-kitab khusus mengenai penjelasan aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah ini. Seperti Risalah al-’Aqidah ath-Thahawiyyah karya al-Imam as-Salafi Abu Ja’far ath-Thahawi (W 321 H), kitab al‘Aqidah an-Nasafiyyah karangan al Imam ‘Umar an-Nasafi (W 537 H), al-‘Aqidah al-Mursyidah karangan al-Imam Fakhr ad-Din ibn ‘Asakir (W 630 H), al ‘Aqidah ash-Shalahiyyah yang ditulis oleh al-Imam Muhammad ibn Hibatillah al-Makki (W 599H); beliau menamakannya Hadaiq al-Fushul wa Jawahir al Uqul, kemudian menghadiahkan karyanya ini kepada sultan Shalahuddin al-Ayyubi (W 589 H).

Tentang risalah aqidah yang terakhir disebutkan, sultan Shalahuddin sangat tertarik dengannya hingga beliau memerintahkan untuk diajarkan sampai kepada anak-anak kecil di madrasah-madrasah, yang akhirnya risalah aqidah tersebut dikenal dengan nama al ‘Aqidah ash-Shalahiyyah. Sultan Shalahuddin adalah seorang ‘alim yang bermadzhab Syafi’i, mempunyai perhatian khusus dalam menyebarkan al ‘Aqidah as-Sunniyyah. Beliau memerintahkan para muadzdzin untuk mengumandangkan al ‘Aqidah as-Sunniyyah di waktu tasbih (sebelum adzan shubuh) pada setiap malam di Mesir, seluruh negara Syam (Syiria, Yordania, Palestina dan Lebanon), Mekkah, Madinah, dan Yaman sebagaimana dikemukakan oleh al Hafizh as-Suyuthi (W 911 H) dalam al Wasa-il ila Musamarah al Awa-il dan lainnya. Sebagaimana banyak terdapat buku-buku yang telah dikarang dalam menjelaskan al ‘Aqidah as-Sunniyyah dan senantiasa penulisan itu terus berlangsung. Kita memohon kepada Allah semoga kita meninggal dunia dengan membawa aqidah Ahlissunah Wal Jamaah yang merupakan aqidah para nabi dan rasul Allah. Amin.

C. PANDANGAN JUMHUR ULAMA TENTANG AQIDAH ASY’ARIYYAH; AQIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH

As-Subki dalam Thabaqatnya berkata: “Ketahuilah bahwa Abu al-Hasan al-Asy’ari tidak membawa ajaran baru atau madzhab baru, beliau hanya menegaskan kembali madzhab salaf, menghidupkan ajaran-ajaran sahabat Rasulullah. Penisbatan nama kepadanya kerana beliau konsisten dalam berpegang teguh ajaran salaf, hujjah (argumentasi) yang beliau gunakan sebagai landasan kebenaran aqidahnya juga tidak keluar dari apa yang menjadi hujjah para pendahulunya, kerananya para pengikutnya kemudian disebut Asy’ariyyah. Abu al-Hasan al-Asy’ari bukanlah ulama yang pertama kali berbicara tentang Ahlussunnah wal Jama’ah, ulama-ulama sebelumya juga banyak berbicara tentang Ahlussunnah wal Jama’ah. Beliau hanya lebih memperkuat ajaran salaf itu dengan argumen-argumen yang kuat. Bukankah penduduk kota Madinah banyak dinisbatkan kepada Imam Malik, dan pengikutnya disebut al Maliki. Ini bukan berarti Imam Malik membawa ajaran baru yang sama sekali tidak ada pada para ulama sebelumnya, melainkan karena Imam Malik menjelaskan ajaran-ajaran lama dengan penjelasan yang lebih terang, jelas dan sistematis demikian juga yang dilakukan oleh Abu al-Hasan al-Asy’ari”.

Habib Abdullah ibn Alawi al-Haddad menegaskan bahwa “kelompok yang benar adalah kelompok Asy’ariyah yang dinisbatkan kepada Imam Asy’ari. Aqidahnya juga aqidah para sahabat dan tabi’in, aqidah ahlul haqq dalam setiap masa dan tempat, aqidahnya juga menjadi aqidah kaum sufi sejati. Hal ini sebagaimana diceritakan oleh Imam Abul Qasim al-Qusyayri. Dan Alhamdulillah aqidahnya juga menjadi aqidah kami dan saudara-saudara kami dari kalangan habaib yang dikenal dengan keluarga Abu Alawi, juga aqidah para pendahulu kita. Kemudian beliau melantunkan satu bait sya’ir:

وكن أشعريا في اعتقادك إنه هو المنهل الصافي عن الزيغ والكفر “Jadilah pengikut al Asy’ari dalam aqidahmu, karena ajarannya adalah sumber yangbersih dari kesesatan dan kekufuran”.

Ibnu ‘Abidin al Hanafi mengatakan dalam Hasyiyah Radd al Muhtar ‘ala ad-Durr al Mukhtar : “Ahlussunnah Wal Jama’ah adalah al Asya’irah dan al Maturidiyyah”. Dalam kitab ‘Uqud al Almas al Habib Abdullah Alaydrus al Akbar mengatakan : “Aqidahku adalah aqidah Asy’ariyyah Hasyimiyyah Syar’iyyah sebagaimana Aqidah para ulama madzhab syafi’i dan Kaum Ahlussunnah Shufiyyah”. Bahkan jauh sebelum mereka ini Al-Imam al ‘Izz ibn Abd as-Salam mengemukakan bahawa aqidah al Asy’ariyyah disepakati oleh kalangan pengikut madzhab Syafi’i, madzhab Maliki, madzhab Hanafi dan orang-orang utama dari madzhab Hanbali (Fudlala al-Hanabilah). Apa yang dikemukakan oleh al ‘Izz ibn Abd as-Salam ini disetujui oleh para ulama di masanya, seperti Abu ‘Amr Ibn al Hajib (pimpinan ulama Madzhab Maliki di masanya), Jamaluddin al Hushayri pimpinan ulama Madzhab Hanafi di masanya, juga disetujui oleh al Imam at-Taqiyy as-Subki sebagaimana dinukil oleh putranya Tajuddin as-Subki.

D. Garis Panduan Aqidah Asy’ariyyah

Secara garis besar aqidah asy’ari yang juga merupakan aqidah ahlussunnah wal jama’ah adalah meyakini bahwa Allah ta’ala maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya, Allah bukanlah benda yang boleh digambarkan, dan juga bukan benda yang berbentuk dan berukuran. Allah tidak serupa dengan sesuatupun dari makhluk-Nya (laysa kamitslihi syai’). Allah ada dan tidak ada permulaan atau penghabisan bagi kewujudan-Nya, Allah maha kuasa dan tidak ada yang melemahkan-Nya, serta Allah tidak diliputi arah. Allah ada sebelum menciptakan tempat tanpa tempat, Allah wujud setelah menciptakan tempat dan tanpa bertempat. tidak boleh ditanyakan tentangnya bila, dimana dan bagaimana ada-Nya. Allah ada tanpa terikat oleh masa dan tempat. Maha suci Allah dari bentuk (batasan), batas akhir, sisi-sisi, anggota badan yang besar dan anggota badan yang kecil. Allah tidak diliputi satu arah atau enam arah penjuru. Allah tidak seperti makhluk-Nya. Allah maha suci dari duduk, bersentuhan, bersemayam, menyatu dengan makhluk-Nya, berpindah-pindah dan sifat-sifat makhluk lainnya. Allah tidak terjangkau oleh fikiran dan tidak terbayang dalam ingatan, kerana apapun yang terbayang dalam benakmu maka Allah tidak seperti itu. Allah maha hidup, maha mengetahui, maha kuasa, maha mendengar dan maha melihat. Allah berbicara dengan kalam-Nya yang azali sebagaimana sifat-sifat-Nya yang lain juga azali, kerana Allah berbeza dengan semua makhluk-Nya dalam dzat, sifat dan perbuatan-Nya. Barang siapa menyifati Allah dengan sifat makhluknya sungguh dia telah kafir. Allah yang telah menciptakan makhluk dan perbuatan-perbuatan-Nya, Alah juga yang menentukan rezeki dan ajal mereka. Tidak ada yang boleh menolak ketentuan-Nya dan tidak ada yang boleh menghalangi pemberian-Nya. Allah berbuat dalam kerajaan-Nya ini apa yang Allah kehendaki. Allah tidak ditanya perihal perbuatan-Nya melainkan hamba-Nyalah yang akan diminta dipertanggungjawakan atas segala perbuatan-Nya. Apa yang Allah kehendaki pasti terlaksana dan yang tidak Allah kehendaki tidak akan terjadi. Allah bersifat dengan kesempurnaan yang pantas bagi-Nya dan Allah maha suci dari segala bentuk kekurangan. Nabi Muhammad adalah penutup para nabi dan penghulu para rasul. Nabi Muhammad diutuskan oleh Allah ke muka bumi ini untuk semua penduduk bumi, jin maupun manusia. Nabi Muhammad jujur dalam setiap apa yang disampaikannya.

BAB III

PENUTUP

A. Kesempulan

Mungkin setelah dijelaskan makna Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, sebagian orang masih rancu tentang siapakah sebenarnya mereka itu. Karena semua muslim, dari yang paling ’alim hingga yang paling awamnya, dari yang benar hingga yang paling menyimpang akan mengaku bahwa ia berjalan di atas jalannya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabatnya. Maka dalam kitab Ushul Aqidah Ahlis Sunnah, Syaikh Sholeh Al Fauzan hafizhahullah menjelaskan bahwa Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dapat dikenal dengan dua indikator umum:

1. Ahlus Sunnah berpegang teguh terhadap sunnah Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, berbeda dengan golongan lain yang beragama dengan berdasar pada akal, perasaan, hawa nafsu, taqlid buta atau ikut-ikutan saja.

2. Ahlus Sunnah mencintai Al Jama’ah, yaitu persatuan ummat di atas kebenaran serta membenci perpecahan dan semangat kekelompokan (hizbiyyah). Berbeda dengan golongan lain yang gemar berkelompok-kelompok, membawa bendera-bendera hizbiyyah dan bangga dengan label-label kelompoknya.

B. Saran

Kami sebagai penulis makalah, inilah kami dan apabila ada kekurangan dalam makalah ini, kami menerima atas semua kritik dan saran dari para pembaca karena dalam diri manusia pasti ada kekurangan dan kekhilafan. Dan agar bisa lebih baik untuk makalah kami selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

- Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Oleh Ust. Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, Po Box 264 Bogor 16001, Cetakan Pertama Jumadil Akhir 1425H/Agustus 2004M

- http://bankwahabi.wordpress.com/2007/10/07/penjelasan-ahlus-sunnah-wal-jamaah-aqidah-yang-shohih/

http://jalan-islamkaffah.blogspot.com/2009/10/ahlus-sunnah-wal-jamaah.html
mohon ... klo udah baca posting kami, jangan lupaaaaaaaaaaaa kasi komentar yaaa .... n saran konstruktif ....................


thanks yaa atas komentar kaliaaannnnnnnnnnnnnnn !!!!!