"الله جميل يحبّ الجمال"

Allah Itu Indah, Mencintai Keindahan

Senin, 02 Agustus 2010

Terbentuknya Galaksi


Terbentuknya Galaksi

BAB I
PENDHULUAN

A.     Latar Belakang
Tak salah jika penulis pada kali ini mengangkat tema "proses terjadinya galaksi" karena ini merupakan ilmu yang sangat sulit dipahami oleh kebanyakan umat manusia, maka saya merasa mempunyai tanggung jawab besar terhadap para pembaca semuanya, toh walaupun penulis tidak tahu begitu banyak tentang galaksi, ada pepatah mengatakan "berilah orang sebagian dari ilmumu, karena itu akan menambah ilmu kamu sendiri." Ini yang menimbulkan motivasi kuat untuk terealisasinya makalah ini.
Sebetulnya di kalangan mahasiswa sudah banyak tahu mengenai apa itu galaksi? Akan tetapi yang kebanyakan kita tidak tahu, bagaimana proses galakasi? Maka melalui makalah ini Insya Allah semuanya akan terungkap. Insya Allah…!

B.     Rumusan Masalah
-         Bagaimana proses terbentuknya Galaksi ?
-         Apa saja komponen-komponen sehingga terbentuknya galaksi ?

C.     Tujuan Masalah
-         Untuk mengetahui proses terbentuknya galaksi
-         Untuk mengetahui komponen apa saja sehingga terbentuk galaksi  



BAB II
POLA PIKIR  METODE ILMIAH

A.     Penentuan atau penemuan masalah
Sungguh menakjubkan cipta tuhan, kita bisa membayangkannya, betapa kuasa tuhan YB telah menciptakan alam dan isinya. Dari benda langit yang paling besar kepada yang terkecil, dan kali ini penulis akan mengetengahkan sebuah persoalan mengenai proses terjadinya galaksi, yang merupakan salah satu ciptaan tuhan yang amat-sangat menakjubkan juga, dari itu simaklah dengan sesama apa-apa yang akan penulis bahas secara tuntas, dan Insya Allah sajian makalah ini, lebih baik dari pada yang sebelumnya dan juga Insya Allah, akan menjawab persoalan-persoalan para pembaca sekalian, Insya Allah..!   
D.     Perumusan kerangka masalah…!
Dari penemuan masalah diatas, penulis dapat menganalisa sebagai perumusan kerangka masalah sebagai berikut :
  1. Galaksi itu terbentuk dari serpihan-serpihan ledakan pada proses terciptanya alam semesta.
  2. Galaksi merupakan  kabut gas hydrogen yang sangat besar.
E.      Pengajuan hipotesis
Galaksi adalah calon bintang atau kelompok bintang yang jumlah ribuan juta dan terdapat di alam semesta[1]. Dari pernyataan yang dikemukakan diatas hipotesis penulis bahwa galaksi itu terjadi diawali oleh terjadinya alam semesta ini, sebelum alam semesta ini terbentuk dengan adanya dentuman atau ledakan, akan  semesta ini terbentuk adanya suatu masa yang sangat besar di jagat raya dan mempunyai berat jenis yang sangat besar, meledak dengan hebat nya akibat adanya reaksi inti. Masa yang meledak itu kemudian berserakan dan mengembang dengan sangat cepat serta berjuta-juta tahun massa yang berserakan itu terbentuk kelompok-keompok dengan berat jenis yang relatif kecil dari massa semula, kelompok itulah yang kita kenal sebagai galaksi, kelompok galaksi ini terus bergerak menjauhi titik Intinya.    
F.      Deduksi hipotesis
Dalam menjawab permasalahan kita, yaitu bagaimana terjadinya galaksi? Penulis akan menarik seorang tokoh yang sangat terkenal yaitu fowler. Menurut fowler kira-kira 12.000 juta tahun yang lalu, galaksi di alam semesta yang jumlahnya rubuan tidaklah seperti galaksi yang ada pada saat ini. Pada waktu galaksi masih merupakan kabut gas hydrogen yang sangat besar,[2] kabut gas hedrogen tersebut bergerak berlahan-lahan dan berpitar pada porosnya,sehingga seolah-olah berbentuk bulat karena gaya beratnya, kabut gas hydrogen mengadakan kontraksi sehingga bagian luar dari kabut gas hydrogen tersebut banyak yang tertinggal, pada tempat yang berotasinya lambat atau berat jenisnya yang besar. Terbentuk lah bintang-bintang gumpalan kabut hydrogen yang sudah menjadi bintang juga melakukan kontraksi secara perlahan, panas yang dipancarkan dari bintang-bitang yang terbentuk tadi suhunya semakin menurun, kemudian setelah berjuta-juta tahun bintang-bintang tersebut mempunyai bentuk seperti benda langit sekarang ini.
G.     Pengujian hipotesis
Pada tahun 1942,Ahli astronomi Amerika, EDWIN telah membuktikan adanya Galaksi lain, ia telah menunjukkan bahwa bintang yang terdapat dalam Nebula Andromida (kemudian di sebut dengan galaksi Andromeda) terletak terlalu jauh dan karena tidak mungkin menjadi bagian dari galaksi Bima Sakti .[3] menjelang abad ke-20, Ahli, Astronomi telah mendaftarkan banyak noda cahaya difus di langit yang mereka lihat sejak beberapa abad. Ada orang menyaangka noda ini hanya awan gas bima sakti. Ada yang menyangkanya galaksi yang terletak jauh 78, memang benar kebanyakan noda tersebut adalah galaksi. Ahli Astronomi Amerika EDWIN HUBLE telah mengkaji dan menjelaskannya mengikuti bentuknya, ada empat jenis utama galaksi-lingkaran (seperti bima sakti)-lingkungan berpaling, elips dan teratur.

H.     Teori Baru
Bintang membentuk gagasan "kumpulan bintang yang besar ini bermula sebagaimana alam semesta tersebut. Lama-kelamaan tarikan grafikasi telaj menyebabkan awan gas itu berkelompok menjadi bintang yang terpisah. Galaksi sangat besar sehingga cahaya bintang mengambil waktu beribu-ribu tahun untuk bergerak dari satu yang ke ujung yang lain. Bentuk galaksi ditentukan oleh cara susunan bintang didalamnya. Bintang kita, matahari, terletak didalam galaksi berbentuk lingkaran dan disebut Bima Sakti. Hingga abad ini Ahli Astonomi masih menyangka bahwa galaksi bima sakti adalah satu-satunya galaksi di alam semesta.
I.        Keterbatasan dan keunggulan teori baru
Kalau bicara masalah kelemahan teori baru bahwa saya kira tidak begitu nampak, akan tetapi penulis bisa menganalisanya alhamdulillah, yaitu proses terjadinya galaksi itu tidak ada tahun nya, sehingga para pembaca merasa kebingungan, tahun berapa galaksi itu tercipta, dan ini kelemahan yang penulis dapat tarik, sedangkan keunggulannya adalah sangat nampak sekali, yaitu, teori lama dengan teori yang baru sama-sama mengatakan bahwa terciptanya galaksi itu dari serpihan-serpihan ledakan yang berkumpul kembali kemudian menjadi galaksi, ini berarti pernyataan yang pertama dengan pernyataan teori yang kedua sama-sama sepakat.










BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari uraian mengenai proses terciptanya Galaksi diatas, penulis dapat memberi konklusi bahwa galaksi  itu bermula dari kumpulkan-kumpulan serpihan ledakan yang kemudian menjadi galaksi, galaksi disini adalah calon bintang atu kelompok bintang yang jumlahnya ribuan juta dan terdapat di alam semesta, artinya galaksi itu bukan hanya bintang, akan tetapi matahari, bulan dan semua planet itu disebut galaksi juga
B. Saran
Mohon maaf sebelumnya, sedikit penulis memberi saran kepada segenap pembaca bahwa :
·        Kita sebagai umat manusia sepatutnya kita tahu, bagaimana proses terciptanya galaksi , karena ini merupakan ilmu yang sangat penting, soalnya kita hidup diatas bumi dan dibawah langit, padahal kita tidak tahu namanya, sangat ironis sekali.
·        Kita sebagai masyarakat intelektual, ilmu semacam ini merupakan makanan ringan yang tidak perlu di ikuti air untuk nyampe'  perut kita. Akan tetapi kalu misalnya ilmu hanya dijadikan hidangan, tak jauh berbeda dengan nasi yang hanya dipajang di depan kita, yang pada suatu saat akan disinggahi. Lalat dan nasi itu akan cepat basi. Demikian juga ilmu, kalau hanya buku yang dibeli akan tetapi tidak pernah dibaca, maka seperti halnya makanan yang hanya dihidangkan tanpa di makan. Marilah kita sabar bersama,. Belajarslah dan belajarlah ..! Apalagi mengenai Ilmu semacam ini yaitu "proses terjadinya Galaksi".  





BAHAN ACUAN

-         Mawardi, Nur Hidayati, Ilmu alamiah dasar, ilmu sosial dasar, ilmu budaya dasar, Bandung : Pustaka Setia, 2007

-         Porbodiningrat, Ensiklopediasains 3, Jakarta : PT.Aris Lima, 1993


[1] MAWARDI, NUR HIDAYAT, Ilmu alamiah dasar, Ilmu sosial dasar, ilmu budaya dasar (Bandung : Pustaka Setia, 2007) hal, 28  
[2] Ibid. 28
[3] Purbadiningrat, Ensikb pedia sain 3 (Jakarta : PT. Aries Lima) hal 78

PENGERTIAN ZAKAT


PENGERTIAN ZAKAT

A.     Zakat
Secara etimologi (asal kata) zakat dari kata zakat yang berarti berkah, tumbuh, bersih, suci, dan baik dipahami demikian, sebab zakat merupakan upaya mensucikan diri dari kotoran kikir dan dosa, menyuburkan pahala melalui pengeluaran sedikit dari nilai harta pribadi untuk kaum yang memerlukan dalam Al-Qur'an telah disebutkan kata-kata tersebut seperti pada surat Asyam : 9
قد افلح من زكها 

"Sungguh beruntunglah orang yang mensucikan (zakkaha)"

Demikian pula dalam surat Al-A'la: 14:
قد افلح من تزكى

"Sungguh beruntunglah orang yang mensucikan diri (tazakka)".

Surat an-najm: 32
قل تزكوا انتكم
"Maka janganlah kamu memuja dirimu"

Dalam pengertian istilah syarak, zakat mempunyai banyak pemahaman, Diantaranya :
1-     Menurut Yusuf Al-Qurdawi, zakat adalah ; sejumlah harta tertentu yang Diwajibkan oleh Allah diserahkan kepada orang yang berhak
2-     Abdurohman Al-Gaziri berpendapat bahwa zakat adalah penyerahan pemilikan tertentu kepada orang yang berhak menerimanya dengan syarat-syarat tertentu pula' 14
3-     Muhammad Al Jurgani dalam bukunya Al Takrif mendifinsikan zakat sebagai suatu kewajiban yang telah ditentukan Allah bagi orang-orang islam untuk mengeluarkan sejumlah harta yang dimiliki.
4-     Wahdah Zuhaili dalam karyanya Al-Fiqh Al-Islam wa Adillatuhu mendefinisikan dari sudut empat mashah yaitu
a.       Madzhab Malik, "zakat adalah mengeluarkan sebagian yang tertentu dari harta yang tertentu pula yang sudah mencapai nishab (batas jumlah yang mewajibkan zakat) kepada orang yang berhak menerimanya, manakala kepemilikan itu penuh dan sudah mencapai haul (setahun) selain barang tambang dan pertanian.
b.      Mazhab Hanafi mendifisikan zakat adalah menjadikan kadar tertentu dari harta tertentu pula sebagai hak milik, yang sudah ditentukan oleh pembuat syariat semata mata karena Allah swt.
c.       Menurut mazhab Syafii, zakat adalah nama untuk kadar yang dikeluarkan dari harta atau benda dengan cara tertentu.
d.      Mazhab Hambali definisi zakat sebagai hak (kadar tertentu) yang diwajibkan untuk diluarkan dari harta tertentu untuk golongan, yang tertentu pula.
e.       Dalam kifayatul ahyar dijelaskan nama sejumlah harta tertentu yang telah mencapai syarat tertentu yang diwajibkan oleh   untuk dikeluarkan dan diberikan kepada yang berhak menerimanya
f.        DKI dalam buku pedoman pengelokan 215 menulis bahwa zakat adalah salah satu rukun Islam, yaitu kewajiban yang dibebankan atas harta kekayaan tiap pribadi muslim wanita atau pria bahkan anak-anak yang akal baligh. Dari termonologi tersebut dapat dipahami bahwa zakat adalah penyerahan atau penunaian hak wajib, yang terdapat di dalam harta untuk diberikan kepada orang –orang yang berhak.


Dengan demikian secara khusus disimpulkan
Þ    Zakat merupakan rukun islam yang ke tiga
Þ    Zakat merupakan sejumlah harta tertentu yang ada dalam harta kekayaan seseorang
Þ    Kekayaan tersebut dimiliki secara nyata yang dikeluarkan dengan tujuan untuk membersihkan harta / kekayaan dan mensucikan jiwa pemiliknya

B.     Fungsi Dan Manfaat Zakat
Zakat adalah ibadah yang bertalian dengan harta benda. Agama Islam menuntut supaya orang yang mampu menolong Rakyat miskin dalam menutupi perpelanjaan hidupnya dan juga untuk melaksanakan kepentingan umum. Zakat itu wajib bagi orang yang mampu, dari kekayaannya yang berlebihan dari kepentingan diri dan kepentingan orang-orang yang jadi tanggung nya. Harta itu, baik yang berupa uang, barang perniagaan, ternak dan hasil tanaman, dengan jumlah sebanyak yang telah dikenal kaum muslim.
Dengan ibadah zakat ini, agama islam membawa kaum muslimin dari kemelut berkenan dengan harta (kekayaan) kepada garis (jalan) tengah, sebagai haknya segenap syariat Islam yang dapat menyelamatkan manusia dari bahaya ketimpangan, dimana kekayaan bertumpuk-tumpuk di tangan segelintir manusia. sedang rakyat banyak hidup sengsara dan jalan tengah yang dapat pula menghimparkan kekacauan (anarchie yang berselimut palsu) atas nama rakyat, sedang kekayaan bertumpuk-tumpuk ditangani golongan yang berkuasa, dengan memakai nama rakyat umum, undangan-undangan zakat memberikan kepada perorangan kemerdekaan bekerja dan kebebasan berusaha, serta menjamin kepentingan umum dengan memikulkan kewajiban kepada perorangan untuk membantu dan bekerja sama, dengan demikian tergambarkan prinsip islam yang berbunyi kepentingan umum di pikulkan umum.




DAFTAR PUSTAKA


1.      Suyitno, Heri Junaidi. Anatomi Fiqih Zakat. Potret Dan Pemahaman Badan Amil zakat Sumatra Selatan.

2.      Prof, Dr. Sykh mahmud Syaltut. Akidah Dan Syariah Islam. Bumi aksara. Jakarta.

3.      Alawi ABBAS AL-Maliki dan Hasan Sulaiman AN-Nuri. Penjelasan Hukum-Hukum Syariat Islam IBANATUL IHKAM.

METODOLOGI PENELITIAN


METODOLOGI PENELITIAN

v     Metode Penelitian Ilmiah
  1. Pengertian Metode Ilmiah
A)       Metode adalah suatu cara atau teknis yang dilakukan dalam proses penelitian (mardalis : 2003 : 24).
B)       Penelitian adalah upaya dalam bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta dan prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hari dan sistematis untuk mewujudkan kebenaran (mardalis : 2003 : 24)
C)       Penelitian adalah suatu kegiatan ilmiah untuk memperoleh pengetahuan yang benar mengenai suatu masalah (LP UM : 20003 : 1)
D)       Penelitian adalah suatu rangkaian langkah-langkah yang dilakukan secara terencana dan sistematis guna mendapatkan pemecahan masalah atau mendapatkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tertentu (sumandi suryabrata : 2005 : 11)
E)        Almack (1939) membuat batasan bahwa metode ilmiah adalah suatu cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran (Soekidjo Notoatmodjo : 2005 : 19).

  1. Cara Memperoleh Pengetahuan
1.      Pengalaman pribadi
2.      Modus Otorida / cara kekuasaan
3.      Penalaran deduktif
4.      Penalaran Induktif
5.      Pendekatan Ilmiah

  1. Langkah-Langkah Umum Yang Digunakan Dalam Metode Ilmiah Antara Lain :
1.      Mengindentifikasi masalah
Merupakan langkah awal yang harus dilakukan oleh peneliti guna memperoleh makna dan landasan ontologis sebagai kerangka kajian yang akan dilakukan.
2.      Menetapkan tujuan penelitian
Tujuan penelitian pada hakekatnya adalah suatu pernyataan tentang informasi (data apa yang akan digali melalui penelitian tersebut).


3.      Studi Literatur
Untuk memperoleh dukungan teoritis terhadap masalah penelitian yang dipilih, maka peneliti perlu banyak membaca buku-buku literatur majalah, jurnal, hasil penelitian orang lain dan sebagainya.
  1. Merumuskan Kerangka Konsep Penelitian
Kerangka konsep penelitian pada hakekatnya adalah suatu urusan dan visualisasi konsep serta variabel-variabel yang akan diukur.
  1. Merumuskan Hipotesis
Hipotesis pada hakekatnya adalah dugaan sementara terhadap terjadinya hubungan variabel yang akan diteliti.
  1. Merumuskan Metode Penelitian
Dalam merumuskan metode penelitian, mencakup jenis dan metode penelitian yang akan digunakan, populasi dan sampel penelitian cara dan alat ukur (pengumpulan data) serta rencana analisis data
  1. Pengumpulan data
Pengumpulan data dilaksanakan berdasarkan cara dan alat pengumpulan data.
  1. Mengolah Dan Menganalisis Data
Pengolahan dan analisis data dapat dilaksanakan secara manual atau dengan bantuan computer.
  1. Membuat Laporan
Laporan penelitian pada dasarnya adalah penyajian data.
(Soedjo Noteatmodjo,2005)
Adapun penelitian kesehatan berorientasi atau memfokuskan kegiatannya pada masalah-masalah yang timbul dibidang kesehatan / kedokteran dan sistem kesehatan.
Jenis-jenis penelitian kesehatan dapat ditinjau dari berbagi macam :
A.     Berdasarkan Metode Penelitian Kesehatan.
1.      Metode Penelitian Survei (Survei Research Method)
Dalam survey, penelitian tidak dilakukan terhadap seluruh. Objek yang diteliti tetapi hanya mengambil sebagian dari populasi tersebut. Penelitian ini dibagi menjadi 3 yaitu :
-         Studi Retrospektif (Retrospective Study)
Penelitian yang berusaha melihat kebelakang artinya pengumpulan data dimulai dari efek atau akibat yang telah terjadi.


-         Studi Prospektif (Prospective Study)
Penelitian yang bersifat melihat ke depan yang dimulai dari variable penyebab atau faktor resiko, kemudian diikuti akibatnya pada waktu yang akan datang.
-         Seksional silang (Cross sectional)
Dalam penelitian ini variabel sebab dan akibat atau kasus yang terjadi pada obyek penelitian dikumpulkan secara simultan.
2.      Metode Penelitian Eskperimen
Penelitian eksperimen ii bertujuan untuk menguji hidpotesis sebab akibat dengan melakukan intervensi.
B.     Ditinjau dari segi manfaat / kegunaannya dapat digolongkan menjadi
1.      Penelitian Dasar (basic of fundamental research)
Penelitian ini dilakukan untuk memahami atau menjelaskan gejala yang muncul pada suatu ikhwal.
2.      Penelitian terapan (applied research)
Penelitian ini dilakukan untuk memperbaiki atau memodifikasi proses suatu sistem atau program dengan menerapkan teori-teori kesehatan yang ada.
3.      Penelitian tindakan (action research)
Penelitian ini dilakukan terutama untuk mencari suatu dasar pengetahuan praktis guna memperbaiki suatu situasi atau keadaan kesehatan masyarakat yang dilakukan secara terbatas.
4.      Penelitian evaluasi (evaluastion research)
Penelitian ini dilakukan untuk melakukan penilaian terhadap suatu pelaksanaan kegiatan atau program yang sedang dilakukan dalam rangka mencari umpan balik yang akan dijadikan dasar untuk memperbaiki suatu program atau sistem.

v     Tujuan Penelitian Kesehatan
  1. Tujuan
1.      Menemukan / menguji fakta baru maupun fakta lama sehubungan dengan bidang kesehatan / kedokteran.
2.      Mengadakan analisis terhadap hubungan atau interaksi antara fakta-fakta yang ditemukan dalam bidang kesehatan / kedokteran.
3.      Menjelaskan tentang fakta yang ditemukan serta hubungannya dengan teori-teori yang ada.
4.      Mengembangkan alat, teori, atau konsep baru dalam bidang kesehatan yang memberi kemungkinan bagi peningkatan kesehatan masyarakat khususnya dan peningkatan kesejahteraan umat manusia pada umumnya.

v     Manfaat Penelitian Kesehatan
1.      Hasil penelitian dapat digunakan untuk menggambarkan tentang keadaan / status kesehatan individu, kelompok maupun masyarakat.
2.      Hasil penelitian dapat digunakan untuk menggambarkan kemampuan sumber daya dan kemungkinan sumber daya tersebut guna mendukung pengembangan pelayanan kesehatan yang direncanakan.
3.      Hasil penelitian kesehatan dapat dijadikan sarang untuk menyusun kebijaksanaan dalam menyusun strategi pengembangan sistem pelayanan kesehatan.
4.      Hasil peneliti kesehatan dapat digunakan untuk menggambarkan kemampuan sumber daya dan kemungkinan sumber daya tersebut guna mendukung pengembangan pelayanan kesehatan yang direncanakan.
5.      Hasil penelitian kesehatan dapat melukiskan kemampuan dalam pembiayaan, peralatan dan ketenagaan kerjaan baik secara kuantitatif maupun kualitas guna mendukung sistem kesehatan.

v     Tinjauan Teori
Teori adalah prinsip-prinsip umum yang ditarik dari fakta-fakta / suatu sudut pandang, apakah teori itu spekualasi ? sebelum dibuktikan kebenarannya (marzuki : 2002 : 33)
Teori sangat penting untuk menuntun peneliti dalam ilmuan dalam upaya mengembangkan wawasan keilmuan agar tidak mengalami stagnasi fakta dan teori bersifat saling mendorong dimana teori memberi arah dalam proses ilmiah, sebaliknya fakta memegang peranan dalam mengembangkan teori.
Fungsi teori dalam penelitian
  1. To Explain (sebagai penjelas)
  2. To Predict (sebagai prediksi)
  3. To Control (sebagai control)


1)      Langkah-Langkah Pendekatan Ilmiah
  1. Identifikasi Masalah
Merupakan langkah awal yang harus dilakukan peneliti guna memperoleh makna dan landasan ontologis sebagai kerangka kajian yang akan dilakukan, dimana masalah akan ada jika ada kesenjangan antara das soilen dan das sein.
  1. Perumusan Masalah
Setelah masalah diindentifikasi maka perlu dirumuskan suatu permasalahan itu, dimana dalam merumuskan masalah disarankan hal-hal sebagainya :
1.      Masalah hendaknya dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya.
2.      Rumusan itu hendaknya padat dan jelas.
3.      Rumusan itu hendaknya memberi petunjuk tentang kemungkinannya pengumpulan data guna menjawab pertanyaan yang terkandung dalam rumusan itu.
  1. Hipotesa
Suatu jawaban sementara dari pertanyaan penelitian yang biasanya dirumuskan dalam bentuk hubungan antara 2 varible bebas dan terikat yang kebenarannya masih harus diuji secara empiris.
  1. Pengumpulan Data
Dijelaskan cara / metode yang digunakan untuk pengumpulan data karena suatu penelitian kadang-kadang tidak hanya menggunakan satu cara dalam pengumpulan data missal disamping wawancara kadang dilengkapi dengan observasi.
  1. Analisa Data
Setiap analisa disesuaikan dengan pendekatan yang digunakan dan dalam langkah-langkahnya dapat dikemukakan sebagai berikut :
-         Memeriksa / editing
-         Memberi tanda kode / coding
-         Selanjutnya jika sudah diperoleh data yang kongrit data tersebut bisa disusun secara sistematis.
  1. Kesimpulan
Merupakan uraian yang berpegang pada pokok permasalahan yang diteliti sehingga bisa mempertajam/mendukung ilmu pengetahuan.


DAFTAR PUSTAKA

-         Indraha, Taliziduhu, 1985, Research Teori Metodologi Administrasi, Jakarta : Bina Aksara.

-         Notoatmodjo, Soekidjo, 2005, Metodologi Penelitian Kesehatan, Jakarta : Rineka Cipta.

-         Mardalis, 2003, Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal, Jakarta : Bumi Aksara.

-         Suryabrata, Sumadi, 2003, Metodologi Penelitian, Jakarta, Raja Gravindo Persada.

-         Marzuki, 2002, Metodologi Riset, Yogyakarta : Praetia Wadya Pratama.

-         Nur Salam,2003, Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan, Surabaya : Salemba Medika.

-         Manuaba, Ida Bagus, 1998, Ilmi Kebidanan, Penyakit Kandungan Dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan, Jakarta : EGC.

-         YBP – SP, 2006, Ilmu Kebidanan, Jakarta.

-         Ibnu, Sumadi, 2003, Dasar-Dasar Metodologi Penelitian, Malang : LP-UM.

Kamis, 29 Juli 2010

Ideologi Pendidikan Liberal


Ideologi Pendidikan Liberal

BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Pendidikan memiliki peranan penting dalam pengembangan kemampuan seseorang. Pendidikan merupakan salah satu sarana untuk mendapatkan pengetahuan yang nantinya menjadi bekal dalam kehidupan masyarakat.
Pendidikan juga tidak bisa lepas dari ideologi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. Ideologi ini turut mewarnai pendidikan sehingga pendidikan yang dilakukan di tengah masyarakat memiliki karakteristik tertentu yang identik dengan ideologi tertentu pula. Setidaknya ada tiga ideologi yang berkembang dalam dunia pendidikan, yaitu konservatif, liberal, dan kapitalis.
Perbedaan dari ketiga ideologi tersebut terkait dengan bagaimana pandangan manusia terkait dengan apa yang menimpanya. Hal ini akan berdampak pada metode dan cara pembelajaran yang diberikan oleh pendidikan dengan ideologi tertentu.
Selanjutnya penulis akan membahas tentang ideologi pendidikan liberal.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan ideologi pendidikan liberal?
2.      apa saja corak-corak liberalisme pendidikan?
3.      apa saja ciri-ciri umum liberalisme pendidikan?
4.      Apa landasan pendidikan liberal?
5.      Apa saja dalil-dalil pokok liberalisme pendidikan?
6.      Apa saja komponen-komponen pendidikan liberalisme?
7.      Bagaimana ideologi pendidikan di Indonesia?

C.     Tujuan Masalah
1.      Untuk mengetahui pengertian ideologi pendidikan liberal.
2.      Untuk mengetahui corak-corak liberalisme pendidikan.
3.      Untuk mengetahui ciri-ciri umum liberalisme pendidikan.
4.      Untuk mengetahui landasan pendidikan liberal.
5.      Untuk mengetahui dalil-dalil pokok liberalisme pendidikan.
6.      Untuk mengetahui komponen-komponen pendidikan liberalisme
7.      Untuk mengetahui ideologi pendidikan di Indonesia.






BAB II
PEMBAHASAN

A.     Pengertian Ideologi Pendidikan Liberal
Ideologi adalah sebuah sistem nilai atau keyakinan yang diterima sebagai fakta atau kebenaran oleh kelompok tertentu.[1]
Bagi kaum liberalis pendidikan adalah usaha untuk melestarikan dan meningkatkan mutu tatanan sosial yang ada dengan cara mengajarkan pada setiap anak-anak bagaimana cara mengatasi masalah-masalah kehidupannya sendiri secara efektif.[2]
Liberal atau liberalisme adalah suatu pandangan yang menekankan pengembangan kemampuan, melindungi hak dan kebebasan (freedom), serta mengidentifikasi problem dan upaya perubahan sosial secara inskrimental demi menjaga stabilitas jangka panjang.[3]
Jadi, ideologi pendidikan liberal adalah suatu keyakinan dimana pendidikan yang terbaik adalah yang ada untuk melatih anak agar berfikir secara kritis dan objektif, mengikuti bentuk dasar proses ilmiah, dan melatih anak untuk meyakini hal-hal tersebut berdasarkan pengetahuan ilmiah.

B.     Corak-Corak Liberalisme Pendidikan
Dalam intisarinya, ada 3 corak utama liberalisme pendidikan, yaitu:
1.      Liberalisme Metodis
Kaum liberalisme metodis adalah mereka yang mengambil sikap bahwa selagi metode-metode pengajaran harus disesuaikan dengan zaman supaya mencakup renungan-renungan psikologis, baru dalam hakikat belajar oleh manusia.[4]
2.      Liberalisme Direktif
Liberalisme direktif yang mencakup aliran utama liberalisme pendidikan di Amerika Serikat.
Pada dasarnya, kaum liberalis direktif menginginkan pembaharuan mendasar dalam hal tujuan sekaligus dalam hal cara kerja sekolah-sekolah sebagaimana adanya sekarang.
3.      Liberalisme Non-Direktif
Kaum liberalis non-direktif akan sepakat dengan pandangan bahwa tujuan dan cara-cara pelaksanaan pendidikan perlu diarahkan kembali secara radikal dari orientasi otoritariannya yang tradisional ke arah sasaran pendidikan yang mengajar siswa untuk memecahkan masalah-masalahnya sendiri secara efektif.[5]

C.     Ciri-ciri Umum Liberalisme Pendidikan
1.      Menganggap bahwa pengetahuan terutama berfungsi sebagai sebuah alat untuk digunakan dalam pemecahan masalah secara praktis.
2.      Menekankan kepribadian unik dalam diri tiap individu.
3.      Menekankan pemikiran efektif (kecerdasan praktis)
4.      Memandang pendidikan sebagai perkembangan dari keefektifan personal.
5.      Memusatkan perhatian kepada tata cara pemecahan masalah secara individual maupun berkelompok.
6.      Menekankan perubahan sosial secara tak langsung, melalui perkembangan kemampuan tiap orang berprilaku praktis dan efektif.
7.      Berdasarkan kepada sebuah sistem penyelidikan eksperimental yang terbuka.
8.      Didirikan di atas tata cara pembuktian secara ilmiah rasional.
9.      Menganggap bahwa wewenang intelektual tertinggi terletak pada pengetahuan yang diperoleh dari pembuktian eksperimental.[6]



D.    Landasan Pendidikan Liberal
Berikut ini landasan pendidikan liberal, diantaranya sebagai berikut:
1.      Seluruh kegiatan belajar bersifat relatif terhadap sifat-sifat dan isi pengalaman personal.
2.      muncul dari proses-proses perkembangan personal, dan seluruh tindakan belajar yang punya arti penting cenderung untuk bersifat subjektif.
3.      Seluruh kegiatan belajar pada puncaknya mengakar pada keterlibatan dalam pengertian inderawi yang aktif.
4.      Seluruh kegiatan belajar pada dasarnya merupakan proses pengujian gagasan-gagasan, dalam situasi-situasi pemecahan masalah secara praktis.
5.      cara terbaik untuk mempelajari sesuatu dan sebagai implikasinya, juga cara terbaik untuk hidup.
6.      Pengalaman kejiwaan yang paling dini merupakan pengalaman yang dialami oleh orang yang belajar pada waktu ia masih kanak-kanak, termasuk latihan-latihan emosional dan kognitif.
7.      tindakan belajar dikendalikan oleh konsekuensi-konsekuensi emosional dan perilaku personal.[7]

E.     Dalil-dalil Pokok Liberalisme Pendidikan
1.      Seluruh hasil kegiatan belajar adalah pengetahuan personal melalui pengalaman personal.
2.      Seluruh hasil kegiatan belajar bersifat subjektif dan selektif.
3.      Seluruh hasil kegiatan belajar berakar pada pada keterbatasan pengertian inderawi
4.      Seluruh hasil belajar hasil kegiatan belajar didasari proses pemecahan masalah secara aktif dalam polatrial dan error
5.      Cara belajar terbaik diatur oleh penyelidikan kritis yang diarahkan oleh perintah-perintah eksperimen yang mencirikan metode ilmiah
6.      Pengalaman paling dini adalah yang paling berpengaruh terhadap perkembangan selanjutnya.
7.      Kegiatan belajar diarahkan dan dikendalikan oleh konsekuensi-konsekuensi emosional dan perilaku.   
8.      Sifat-sifat hakiki dan isi pengalaman sosial mengarahkan dan mengendalikan sifat-sifat hakiki dan isi pengalaman personal
9.      Penyelidikan kritis dari jenis yang punya arti penting hanya bisa berkembang dalam masyarakat yang terbuka dan democratis.
10.  Jika dalam kondisi-kondisi yang optimal, anak yang berpotensi rata-rata bisa menjadi efektif secara personal dan bertanggung jawab secara sosial[8]    

F.      KOMPONEN-KOMPONEN PENDIDIKAN LIBERALISME
Pengaruh liberalisme dalam pendidikan dapat melihat komponen-komponennya, diantaranya, sebagai berikut:
-         Komponen pertama, adalah komponen pengaruh filsafat barat tentang model menuju manusia universal yaitu manusia yang "rational liberal".
Pengaruh liberal ini kelihatan dalam pendidikan yang mengutamakan prestasi melalui proses persaingan antar murid. Perangkingan untuk menentukan murid terbaik adalah implikasi dari paham pendidikan ini.
-         Komponen kedua adalah positivisme. Positivisme sebagai suatu paradigma ilmu sosial yang dominan ini juga menjadi dasar bagi model pendidikan liberal. Karena positivisme pada dasarnya adalah ilmu sosial yang dipinjam dari pandangan, metode dan teknik ilmu alam memahami realitas.
Dengan kata lain, positivisme mensyaratkan pemisahan fakta dan nilai dalam rangka menuju pada pemahaman obyektif atas realitas sosial[9].               



BAB III
PENUTUP

A.     KESIMPULAN
Pada pradigma pendidikan liberal ini, fokus utama terletak pada bagaimana membuat anak didik memiliki kemampuan sehingga mereka bisa bersama ditengah sistem yang berlaku pada masyarakat. Pendidikan liberal tidak melihat masalah yang berkembang dalam masyarakat karena sistem sosial masyarakat tersebut tetapi karena ketidaksiapan manusia dalam menghadapi sistem. Sehingga itu akan mengakibatkan dan keterampilan yang berguna sebanyak-banyaknya  kepada anak didik, dan menariknya ideologi pendidikan inilah yang sekarang sedang berkembang ditengah-tengah masyarakat global
      
B.     SARAN 
Tak ada gading yang tak retak




DAFTAR PUSTAKA

-         O'neil William F. Ideologi-ideologi Pendidikan.Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2002.
-         Pengantar Pendidikan [http:// Lena Unindrabiozal.Blogspot.com,03,2008]
-         Ideologi Pendidikan Sebuah Pengantar. [http://.Al-Fauzi. Blogspot.com,02,2008
-         Pendidikan Liberal,[http:// Aristhu. 03.files wordpress.com,10,2006]]     





[1] William F. O'neil, Ideologi-Ideologi Pendidikan (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2002), hlm., 33.
[2] Pengantar Pendidikan (http://Lena.Unindrabioza.Blogspot.Com,02,2008)
[3] Ideologi Pendidikan Sebuah Pengantar (http://Al-Fauzi.blogspot.com, 02, 2008)
[4] Ibid., hlm., 444.
[5] Ibid., hlm., 451.
[6] Ibid., hlm., 456.
[7] Ibid., hlm., 352-354.
[8]  Ibid. 355
[9]  Ideologi Pendidikan [http:// Al-Fauzi.blogspot: com,02,2008] 
mohon ... klo udah baca posting kami, jangan lupaaaaaaaaaaaa kasi komentar yaaa .... n saran konstruktif ....................


thanks yaa atas komentar kaliaaannnnnnnnnnnnnnn !!!!!