"الله جميل يحبّ الجمال"

Allah Itu Indah, Mencintai Keindahan

Jumat, 23 Juli 2010

Cinta Kasih Dan Keindahan

Cinta Kasih Dan Keindahan

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Cinta secara sederhana bisa dikatakan sebagai paduan rasa simpati antara dua makhluk yang tidak hanya terbatas antara wanita dan pria. Cinta juga diibaratkan sebagai seni. Cinta tidak lebih dari sekedar perasaan yang menyenangkan, untuk mengalaminya harus terjatuh kedalamnya.

Berbicara soal manusia dan cinta tidaklah tabu lagi karena pada masing-masing manusia pasti mempunyai naluri untuk mencapai cintanya, mulai cinta kepada Allah, Rasul. Orang tua dan sesamanya. Setiap manusia pasti mengalami cinta dan kasih sayang merupakan bagian hidup manusia. Dan apabila cinta dan kasih saying itu berlebihan, maka akan timbul pemanjaan kalau terjadi pemanjaan akan cenderung kurang baik karena pada umumnya imbas dan kemanjaan menjadikan manusia sombong, pemboros, tidak sholeh dan tidak menghormati orang tua.

Cinta takkan pernah lepas dari keindahan karena keindahan itu setiap harinya dialami dan dinikmati oleh manusia. Semakin tinggi pengetahuan sesorang, semakin besar pula hasrat dan keinginan seseorang untuk menghargai cinta dan keindahan, penghayatan arti dan fungsi keindahan itu berarti akan memperluas wawasan. Pandagan, penalaran dan persepsi seseorang tentang cinta dan keindahan.

B. Rumusan Masalah

Dari penerapan diatas dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut :

1. Apa yang dimaksud dengan cinta kasih dan keindahan

2. Bagaimana kaitannya cinta kasih dan keindahan dengan manusia

3. Ada beberapa macam-macam cinta

C. Tujuan

1. Untuk memenuhi tugas ISD Dan IBD

2. Untuk mengetahui cinta kasih dan keindahan.

3. Untuk menambah wawasan tentang manusia, cinta dan keindahan

D. Manfaat

1. Untuk bahan latihan dalam menulis karya ilmiah

2. Agar penulis lebih semangat dalam pembelajaran ISD Dan IBD.

BAB II

MANUSIA DAN CINTA KASIH

A. Cinta Kasih

Manusia tidak akan pernah lepas dari namanya cinta kasih karena manusia di ciptakan atas dasar cinta.dalam perjalanan hidup sehari-hari,kehidupan seorang akan memiki arti jika mendapatkan perhatian dari orang lain,jika demikian,perhatian merupakan salah satu unsur dasar,dari cinta kasih.

Cinta amat penting dalam kehidupan manusia,hidup tampa cinta itu kosong.belumlah sempurna jika hidup seseorang itu tidak pernah di hampiri atau di hinggapiperasaanj cinta.karena hidup manusia di dunia ini tidak hanya seorang diri melainkan selalumelibatkan pihak lain,istilah cinta tersebut harus diartikan sebagai yang "mencintai" dan yang "di cintai". Adapun pihak lain yang dimaksud bukan hanya orang lain melainkan juga benda-benda atau makhluk lain,bukankah agama mengajarkan demikian ?

Karena cinta itulah maka kehidupan ini ada,manusia itu berbuat atau melakukan sesuatu karena dorongan perasaan cinta.bukan hanya manusia bahkan binatangpun sesungnya berbuat sesuatu debgan perasaan cinta.hanya bedanya, manusia berbuat sesuatu karena kesadaran / akalnya ,sedangkan binatang berbuaat karena nalurnya,pada hakikatnya cintalah yang terdapat pada asal mula dari hidup.sekurang-kurangnya rasa cinta akan diri sendiri.

Dalam cinta kasih tidak ada kehendak untuk memiliki,apalagi menguasai,yang ada hanya rasa solidaritas,rasa senasib dan seperjuangan.cinta kasih tidak menimbulkan kewajiban melainkan tanggung jawab tidak menuntut balas,lebih banyak memberi dari pada menerima jadi cinta kasih atau cinta sejati dalai cinta kemanusian.

B. Cinta Kepada Allah

Apabila seseorang taat beribadah,menuruti perintah Allah dan menjahui larangannya orang itu mempunyai cinta kepada tuhannya.

Islam menaruh perhatian yang besar agar seseorang menjalani hubungan yang kuat dengan Allah. Dengan hubungan yang kuat itu, dia dapat terhindar dari factor-faktor penyelewengan dan tingkah laku yang bengkok.hubungan dangan Allah menjadi sumber segala kebaikan dan pangkal cintanya kepada dirinya sendiri dan orang lain,kawan-kawan seperjuangan, tetanganya dan relasi-relasinya.

Menurut ajaran dan system islam,cintailah yang menjadi pusat pertemuan semua factor yang membantu keimanan,yaitu cinta kepada Allah stw,dengan cinta kepada Allah,otomatis seseorang harus cinta juga kepada tokoh-tokoh yang pernah di utus oleh Allah untuk menjadi pembimbing umat manusia yang membawa kabar gembira dan peringatan.disamping itu juga harus cinta kepada ajaran yang mereka bawa dari Allah sebagaimana difirmankan oleh Allah:


"Apabila Allah stw menganjurkan agar orang mencintai-nya lalu orang itu diarahkan dan dia di suruh mencintai-nya.hal ini tidak lain agar pengaruh cinta tersebut tercermin dalam hidupnya dan memantul terhadap makluk-makhluk hidup yang lain sehingga segala perbuatannya merupakan pencerminan semata-mata dari rasa cinta yang nilai dan pengaruh sama oleh karena cinta diri antar kepada manusia.

C. Cinta kepada Rasulullah

Cinta kepada Allah menyebabkan manusia ikhlas mengerjakan aa yang diridhainya. Demikian halnya, cinta kepada Rasulullah tidak cukup hanya dengan ucapan lisan saja. Akan tetapi harus dibarengi dengan amal yang nyata, melaksanakan dan mengikuti semua yang disampaikannya, banyak membaca shalawat. Mengamalkan ajaran rasul dan mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sabda Rasulullah

لايؤمن احدكم حتى اكون احب اليه من نفسه ووالده وولده والناس اجمعين ( متفق عليه )

Artinya,

"Tidak sempurna iman seseorang di antara kamu, sehingga aku lebih di cintai dari pada dirinya, orang tuanya. Anak dan sama manusia " (HR. Mutafaqa alaih)

D. Cinta kepada orang tua.

Bentuk dari kasih sayang antara orang tua bersikap aktif sementara si anak bersikap pasif.dalam hubungan ini orang tua terhadap anakmemberi kasih sayang yang berlebihan terhadap anaknya,menyiyakan tampa seditpun berusaha memcerikan respon, kondisi semacam ini biasanya akan menyiptakan anak senantiasa takut,kurang berani,menyatakan pendapat,minder,atau dengan kata lain cendrung membentuk sosok anak yang tidak mampu berdiri sendiri dalam masyarakatnya. Suatu bentuk kasih sayang dimana orang tua bersikap fasif aktif. Dalam bentuk ini orang tua dan anak saling memberikan kasih sayang secara berlebihan, sehingga hubungan antara orang tua dan anak intim dan mesra, saling mencintai, saling menghargai, dan yang lebih jelas saling membutuhkan.

E. Cinta kepada sesame manusia

Cinta kepada sesame manusia atau cinta manusia kepada makhluk lain, biasanya karena mengharapkan sesuatu dari orang yang di cintainya. Misalnya seorang ibu mencintai anaknya. Pasti ia mengharapkan sesuatu dari anaknya, yaitu menjadi orang berakhlak baik. Saling menghormati sesame manusia ketiak bertemu, cinta kepada sesama manusia tidak boleh berlebih-lebihan sabda rasul yang artinya sebagai berikut : " Cintailah apa yang kamu sukai itu sekedar saja, barang kali pada suatu saat nantiia akan menjadi yang kamu benci dan bencilah apa-apa yang kamu tidak sukai it sekedar saja, karena suatu saat barang kali ia akan menjadi yang kemu cintai ( HR. Bukhari - Muslim)."

F. Cinta diri

Cintanya kepada kita demi kita adalah lantaran agar kita bisa mengenalnya dari amal ibadah yang membwakan kita kepada pemenuhan keinginannya dan menajauhkan diri kita dari segala hal yang bertentangan dengan keinginannya atau kita mengenalnya melalui takwa. Disisi lain, dia mencintai kita demi dirinya sendiri karena "Aku adalah perbendaharaan tersembunyi. Aku rindu (cinta) untukdikenal, maka aku ciptakan dunia agar aku bisa dikenal mereka sehingga mereka mengenal-ku" jadi, kata syeikh akbar ibu al-Arabi dia menciptakan kita hanya demi mencintai dirinya sendiri,agar kita mengenalnya" yakni mengenal keindahan dan keagungannya melalui prespektifnya dan, diatas semua, di dalam dirinya melalui fana dari diri kita dan baya dalam dirinya" jadi penyebabnya mencintai dirinya sendiri dalai tindakan memerindah (ihsan).

G. Seksual (sex)

Yang dimaksud dengan sex menurut pengertian sekarang ialah potensi kelamin yang terdapat dalam diri manusia. Potensi ini merupakan salah satu dorongan naluriah, seperti halnya dorongan-dorongan lain yang allah anugerahkan kepada diri manusia baik laki-laki maupun perempuan.dorongan sek mempunyai tugas hidup tersendiri,

MANUSIADAN KEINDAHAN

A. Makna Keindahan

Keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus. Permai, cantik, elok-melek dan sebagainya. Benda yang memmpunyai sifat indah ialah hasilseni (meskipun tidak semuanya). Kawasan keindahan perdaban teknologi, sosial dan budaya. Keindahan merupakan bagian kehidupan manusia yang tidak dapat dipisahkan dimanapun, kapanpun dan oleh siapapun.

Keindahan adalah indentik dengan kebenaran keduanya mempunyai nilai sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah yang tidak mengandung kebenaran tidak idah karenanya, tiruan lukisan monalisa bija jadi tidak indah karenanya dasarnya tidak benar. Keindahan juga bersifat universal artinya tidak terikat oleh perorangan waktu dan tempat, secara muda, daerahan atau local. Pandangan plato dapat menjadi dua yaitu : tentang dunia ideal dan tentang dunia nyata. Menurut plato kesederhanaan adalah ciri khas keindahan baik dalam alam maupun karya seni. Berkanaan dengan keindahan ini terdapat 3 pandangan yang dapat di acu pertama, keindahan berdasarkan keseimbangan, keteraturan, ukuran dan sebagainya kedua, keindahan merupakan jalan menuju komtemplasi ketiga, perhatian akan apa yang secara empiris dalam diri si subjek termuat dalam pandangan aristoteles dan Thomas.

Baum gastrin menyatakan bahwa keindahan adalah keseluruhan yang tersusun untuk secara teratur dari bagian-bagian yang saling berhubungan satu sama lain.

B. Nilai estetik

Menurut the liang gie. Keindahan di anggap sebagai salah satu jenis nilai seperti halnya nilai moral. Nilai ekonomi, nilai pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercangkup dalam perngertia keindahan daisebut nilai ekstetik ada pula yang mentakan nila a/ realita psikologi yang harus dibedakan secara tegas dari kegunana, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada kehendaknya itu sendiri. manusia beranggapan bahwa pada suatu benda tertentu itu terdapat suatu nilai yang dibuktikan letak kebenarannya.

Nilai ekstrinsik a/ nilai-nilai yang ada hubungannnya dengan hal-hal yang berada di luar bentuk dari suatu objek (karya sastra / suatu benda) itu sendiri, dan memiliki kecenderungan untuk mengisyaratkan suatu pesan makna. Adapun nilai intrinsic a/ sifat baik dan benda yang bersangkutan sebagai alat, sarana untuk sesuatu hal lainnya (bersifat sebagai alat atau pembantu)

Keindahan pada dasarnya a/ mamiah. Alam itu ciptaan tuhan hal itu berarti bahwa keidnahan itu sendiri a/ ciptaan tuhan alamiah artinya wajar, tidak berlebih –an tidak pula kurang keindahan a/ hen yang alamiah, sedangkan, alam itu sendiiri diciptakan tuhan yang berarti mengandung kebenaran-kebenaran demikian merupakan segi-segi kekuasaaan Allah yang tercermin di dalam alam semesta.

Apa Sebabnya Manusia Mencintai keindahan

  1. Karena keindahan memiliki propensi yang harmonis, sedangkan itu nyata, dan keindahan dapat di samakan dengan kebaikan.
  2. karena keindahan a/ sesuatu yang mendatangkan rasa menyenangkan bagi yang melihat. Dan keindahan sebuah benda tertentu yang memang indah
  3. dank arena mengandung arti bahwa keindahan dalam arti luas dapat mencakup keindahan seni, alam, moral atau bahkan intelektual pada hakikatnya keindahan manusia merasa nyaman hidupnya dengan suasana keindahan akan membuat perasaan ke manusiaan nya menjadi tidak tergangggu
  4. Sebab persepsi manusia terhadap keindahan sangat di tentukan oleh daya pergerak yang menjadi sumber timbulnya kehendak , atau kelugiran terhdap keindah it sendiri. keindahan sebenarnya a/ keindahan yang muncul dari persepsi akal dan budi.

Keindahan dalam Islam

Keindahan juga bisa berart tingkah laku yang baik, meskipun wanita kelihatan cantik, itu hanya indah dan segi pandangan dhahir saja. Yang mana keindahan wajah tidak menjamin keindahan hati tingkah laku keindahan yang di kenal adalah keindahan dzat-nya dan keindahan sifat nya dan pebuatannya.

Renungan

Renungan berasal dari kata renung, merenung artinya dengan diam-diam memikirkan sesuatu. Atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan a/ hasil merenung. Setiap orang pernah merenung. Sudah tentu kadar renungannannya satu sama lain berbeda. Meskipun objek yan di renungnya berbeda. Jadi apa yang direnungkan itu bergantung kepada objek dan subjek.

Renungan atau pemikiran yang di bahsa pembahasan ini ialah yang berhubugnan dengan keindahan , setiap hasil seni lahir dari renungan, tanpa di renungkan hasil seni tidak mencapai keindahan. Renungan atau pemikiran yang berhubungan dengan keindahan atau penciptaan keindahan di dasarkan atas 3 macam teori yaitu .

1. Teori pengungkapan benetto croce menyatakan bahwa seni adalah pengungkapan kesan-kesan

2. teorai metafsirkan plato mendalilkan adanya dunia pada taraf tertinggi, sebagai realita ilahi itu, karya seni yang dibuat manusi hanyalah merupakan tiruan dari realita dunia

3. teori psikologik di nyataskan bahwa sadar dari seorang seniman adapun kareya seniman itu merupakan bentuk terselubung / di perhalus yang diwujudkan keluar dari keungan-keuangan itu.

Menurut keats selalu meliputi rasa ragu-ragu. Ketidak tentuan, misterius. Justru seniman yang tidak memiliki kemampuan negative tidak mampu menciptakan keindahan kemampuan negative in identik dengna proses mencari yang dimaksud ialah mjencari keindahan konsep keindahan adalah abstrak, konsep itu baru dapat berkomonikasi setelah di berbentuk.

Keserasian

Keserasian berasal dari kata serasi; serasi dari kata dasar rasi artinya cocok. Sesuai atau kena benar, kata cocok sesuai atau kena mengandung unsure pengertian perpaduan, ukuran dan sumbang, karena itu dalam keindahan itu, sebagian besar hali piker menjelaskan bahwa keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kualitas/pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal; kualita yang paling sering disebut adalah persatuan, keselarasan, kesetangkupan keseimbangan dan pertentangan, keindahan di katakana tersusun dari berbagai keselarasan dan pertentangan dari garis, warna, bentuk dan kata-kata tetapi ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan yang selaras dalam suatu benda dan diatara benda itu.

Keserasian identik dengan keindaha, sesuatu yang serasi tentu tampak indah dan yang tidak serasi tidak indah.

Kehalusan

Kehalusan berasal dari kata halus artinya tidak kasar (perbuatan) lembut, sopan, baik (budi bahasa), beradab kehalusan berarti sifat-sifat yng halus, kespanan dan atau keadaban

Halus bagi manusia itu sendiri ialah berupa sikapa halus atau lembut merupakan gambaran hati yang tulus serta cinta kasih terhdaap sesama anggota badan yang melahirkan sikapt itu ialah kaki, tangan, kepala, mulut, bibir, mata, bahu, dan lain-lain.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Manusia tidak akan pernah lepas dari namanya cinta kasih karena manusia diciptakan atas dasar cinta, dalam perjalanan hidup sehari-hari kehidupan seorang akan memiliki arti jika mendapatkan perhatian dari orang lain, jika demikian, perhatian merupakan salah satu unsure dasar, dari cinta kasih, cinta amat penting dalam kehidupan manusia, hidup tanpa cinta itu kosong.

Dalam cinta kasih tidak ada kehendak untuk memiliki, menguasai, yang adanya hanya rasa solidaritas, rasa senasib dan seperjuangan. Karena cinta sejati tidak ada hubungannya dengan kenikmatan atau keinginan

Manusia identik dengan keindahan kebenaran, keduanya mempunya nilai sama yaitu abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah dengan keindahan

Sebagai salah satu jenis seperti halnya nilai moral, nilai ekonomi, nilai pendidikan yang berhubungan dengan segala sesuatu yang terangkup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.

DAFTAR PUSTAKA

- Djoko widagdho. Ilmu Budaya Dasar. PT Bumi Aksara

- Al-Jauzi, Syaikh Ibn Al-Qayyim. Mengapa ada cinta. Jakarta : Abla Publisher 2004

- Mawardi, NurHidyati. Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, Ilmu Budaya Dasar. Bandung : Pustaka Setia. 2007

- Tri Prasetya, Joko. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : Rineka Cipta. 2004

SEJARAH PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA

SEJARAH PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan bangsa Indonesia sebagaimana disiratkan dalam sumpah pemuda 28 Oktober 1928. bahasa negara sebagaimana disebutkan dalam UUD RI 1945 pasal 36, yang secara struktural merupakan varian dari bahasa melayu.

Secara historis, bahasa Indonesia merupakan salah satu dialek temporal dari bahasa melayu, yang strukturnya maupun khazanahnya sebagian besar masih sama atau mirip dengan dialek-dialek temporal terdahulu, seperti bahasa melayu klasik dan bahasa melayu kuno. Secara sosiologis, boleh kita katakan bahwa bahasa Indonesia baru dianggap "lahir" atau diterima eksistensi pada tanggal 28 Oktober 1928. Secara yuridis baru tanggal 18 Agustus 1945 bahasa kita itu secara resmi diakui adanya

B. Masalah atau Topik

1. Bagaimana sejarah bahasa Indonesia ?

2. Bagaimana perkembangan bahasa melayu menjadi bahasa Indonesia?

3. Bagaimana hubungan bahasa melayu dengan bahasa Indonesia

C. Tujuan

Agar kita sebagai mahasiswa bisa memilih memahami tentang sejarah bahasa Indonesia, bagaimana perkembangan melayu menjadi bahasa Indonesia dan bagaimana hubungan antara bahasa mekayu dengan bahasa Indonesia.

BAB II

PEMBAHASAN

Bahasa Indonesia berasal dari bahasa melayu. Bahasa melayu dipakai oleh sebagian besar penduduk di pulau Sumatra, Bangka, Riau, Samananjung Malaka, dan sebagian Pesisir kalimatan bahasa Melayu belah berabad-abad dipergunakan terbukti dengan ditemukannya prasasti-prasasti itu antara lain:

1. Prasasti kedukan bukti, bertanda tahun 683 M

2. Prasasti logis, bertanda tahun 692 M ditemukan Bangka

3. Prasasti karang birahi,bertanda tahun 692 M ditemukan dijambi

Sebelum masa penjajahan Belanda di Indonesia dan sebelum dan sebelum menjadi bahasa Indonesia, bahasa melayu sudah menyebar ke seluruh Nusantara sebagian bahasa para pedagang atau terasa perhubungan antar suku (lingua fanna)

Bahasa melayu pada masa penjajahan mempunyai mempunyai peranan penting, baik dalam pendidikan maupun dalam politik. Pemerintah Belanda selain mendirikan seolah dengan menggunakan bahasa pengantar bahasa Melayu. Sejak tahun 1900 mulai terbit surat kabar berbahasa melayu, dan perkembangan bahasa melayu pun bertambah maju. Pada tahun 1981 pemerintah Belanda mendirikan taman bacaan rakyat, dengan tujuan mengumpulkan dan menerbitkan bacaan dalam bahasa melayu. Pada tahun 1917 badan in diubah nama badai pustaka. Dalam bidang politik pun bahasa melayu mempunyai peranan penting. Budi Ciltano yang berdiri pada tahun 1908 menggunakan bahasa melayu sebagai bahasa pengantar.

Kongres pemuda Indonesia I tahun 1926 bertujuan menyatukan berbagai organisasi pemuda yang ada padawaktu itu. Pada kongres itu, Mohammad Yamin dalam pedatonya menyatakan kenyakinannya bahwa bahasa melayu lambat laun akan menjadi bahasa persatuan bangsa Indonesia. Pada tahun 1926 itu juga, Yong Java, organisasi pemuda terbesar pada waktu itu, menyatakan menerima bahasa melayu sebagai bahasa perhubungan dalam musyawarah-musyawarahnya. Dalam kongtes pemuda Indonesia II, Yong Sumatera memeutuskan memakai bahasa melayu sebagai bahasa persatuan. Penduduk yang menggunakan bahasa atau tidak secara serempak, memerlukan alat perhubungan yang memungkinkan semua warga masyrakat satuan politik itu bergaul dan bekerja sama. Arus Nasionalisme dan terbentuknya negara kebangsaan yang baru, menimbulkan Aspirasi pemilikan bahasa Nasional sebagai lambang kesatuan bangsa yang dapat mengukuhkan rasa kesetiaan politis. Pemerintah yang hendak berjalan dengan baik memerlukan bahasa resmi kenegaraan yang daapt dipakai oleh pemerintah itu dalam komunikasinya dengan rakyat dan oleh sesama warga negara yang menjadi anggota jaringan kebahasaan yang lebh luas. Komunikasi akan lebih lancar jika ada kesamaan bahasa sampai tingkat tertentu.

Pada bulan Juni tahun 1938 diadakan kongres bahasa Indnesia I dan menyederhanakan ejaan Ch.A.Van Ophoysen, sebagaimana yang diungkapkan ki Hajar Dewantara :

"Jang dinamakan 'bahasa Indonesia' jaitoe bahasa melajoe jang soenggoehpoen pokoknya berasal dari 'melajoe riau' akan tetapi jang soedah ditambah, dioebah atau dikoerangi menoeroet keperloean zaman dan alam baharoe, hingga bahasa itoe laloe moedah dipakai oleh rakjat diseloeroeh Indonesia, pembaharoean bahasa malajoe hingga menjadi bahasa Indonesia itoe haroes dilakoekan oleh kaoem ahli jang beralam baharoe, ialah alam kebangsaan Indonesia".

Dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustur 1945, bahasa Indonesia menjadi bahasa negara, sekaligus menjadi bahasa persatuan, bahasa resmi dan bahasa pengantar disekolah-sekolah seperti tercantum dalam UUD'45 Bab XV pasal 36. Dalam surat keputusannya tanggal 19 Maret 1947, No. 264 / Bhg.A, Menteri Pendidikan Pengajaran dan kebudayaan pada waktu itu, Mr. Soewandi menetapkan, menyederhanakan ejaan bahasa Indonesia. Ejaan baru tersebut disebut Ejaan Suwandi atau Ejaan Republik.

Kongres bahasa Indonesia II Tahun 1954, di Medan bertujuan menyempurnakan tata bahasa dan ejaan bahasa Indonesia. Isi kongres bahasa Indonesia II tersebut adalah :

"……………bahwa asal Bahasa Indonesia ialah Bahasa Melaju, dasar bahasa Indonesian adalah Bahasa Melaju jang disesuaikan dengan pertumbuhannya dalam masyarakat Indonesia". Pada tangga 17 Agustus 1972 ditetapkan berlakunya Ejaan yang disempurnakan dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 20 Mei 1972, No. 031/A.1/72 dan dinyatakan resmi dipergunakan mulai tanggal 17 Agustus 1972 dengan surat Keputusan Presiden No. 52 tahun 1972.

Akhirnya, pada tanggal 28 Oktober 1978 diadakan kongres bahasa Indonesia III di Jakarta yang bertujuan memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia dalam hubungannya dengan bahasa daerah dan bahasa Asing. Pada waktu itu semua organisasi pemuda daerah memutuskan untuk bergabung dalam satu persatuan umum seluruh Indonesia dengan Ikrar bersama yang terkenal dengan sumpah pemuda, yaitu :

Kini, 53 tahun setelah sumpah pemuda diikrarkan atau 36 tahun setelah UUD 1945 menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara, Pemakaian bahasa Indonesia makin meluas dan menyangkut berbagai bidang kehidupan.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari hasil pembahasan di Bab sebelumnya kami dapat mengambil kesimpulan bahwa Bahasa Indonesia berasal dari bahasa melayu yang sudah diubah, ditambah atau dikurangi menurut keperluan zaman dan alam baru sehingga bahasa itu mudah dipakai oleh rakyat Indonesia. Sebagaimana yang telah tersirat dalam sumpah PEMUDA 28 Oktober 1928 dan dalam UUD 1945 Pasal 36.

Perkembangan bahasa melayu menjadi bahasa Indonesia melalui beberapa tahap/peristiwa sebagai berikut :

1. Kongres Pemuda Indonesia 1 tahun 1926. pada kongres itu, Mohammad Yamin dalam pidatonya menyatakan bahwa bahasa melayu lambat laun akan menjadi bahasa persatuan bangsa Indonesia

2. Pada tahun 1926, Yong Java menyatakan menerima bahasa melayu sebagai bahasa perhubungan dalam musyawarah-musyawarahnya.

3. Kongrs Pemuda Indonesia II, Yong sumatera memutuskan memakai bahasa melayu sebagai bahasa persatuan.

4. Pada bulan juni tahun 1938 diadakan kongres bahasa Indonesia I di Solo, yang bertujuan membicarakan dasar-dasar bahasa Indonesia dan mnyederhanakan ejaan Ch. A. Van Ophoysen.

5. Pada saat proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 bahasa Indonesia menjadi bahasa negara sekaligus menjadi bahasa persatuan, bahsa resmi dan bahasa pengantar di sekolah yang telah tercantum dalam UUD 1945 pasal 36.

6. Tanggal 19 maret 1947, Mentari pendidikan pengajaran dan kebudayaan, Mr. Soewandi dengan surat keputusannya No. 264/bhg. A, menetapkan, mneyederhanakan ejaan bahasa Indonesia.

7. Tahun 1954 diadakan kongres bahasa Indonesia II di Medan yang menyempurnakan tata bahasa dan ejaan bahasa Indonesia.

8. PadaTanggal 17 Agustus 1972 ditetapkan berlakunya ejaan yang tanggal 20 Mei 1972, No. 031/A.1/72 dan dinyatakan resmi dipergunakan mulai tanggal 17 Agustus 1972 dengan surat keputusan presiden No. 52 tahun 1972.

9. akhirnya, pada tanggal 28 Oktober 1978 diadakan kongres bahasa Indonesia III di Jakarta yang bertujuan menetapkan kedudukan dan kongres bahsa Indonesia dalam hubungan dengan bahasa daerah dan bahasa asing.

DAFTAR PUSTAKA

Tanjung, 1988, Bunga Rampai Ebtanas Bahsa Indonesia,Jakarta : PT. Intan Pariwara.

Kridalaksana, Harimurti, 1992. Pembentukan Kata Dalam Bahasa Indonesia. Jakarta : PT. Gramedida Pusaka Utama.

Moeliono Anton M. 1985. Pengembangan Dan Pembinaan Bahasa. Jakarta : Djambatan.

Effendi. 1995. Panduan Berbahasa Indonesia Dengan Baik dan Benar. Jakarta : Pustaka Jaya.

Rabu, 21 Juli 2010

TAFSIR SURAT ALI ’IMRON

TAFSIR SURAT ALI ’IMRON



ALI 'IMRAN

(Keluarga 'Imran)

Surat "Ali 'imran" yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat "Madaniyah" dinamakan Ali Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah iru disebutkan Nabi Isa a.s, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam a.s, kenabian dan beberapa mu'jizatnya. Serta disebut pula kelahiran Maryam puteri Imran, ibu nabi Isa a.s.

Surat Ali Imran dan Al-Baqoroh dinamakan "Az-zahrawaani" (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para ahli kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa a.s, kedatangan Nabi Muhammad S.A.W dan sebagainya.

Pokok-pokok isinya, ialah :

1. Keimanan :

Dalil-dalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yag mempertuhankan Nabi Isa, a.s, ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh Nabi-nabi

2. Hukum-hukum

Musyawarah, bermubahalah; larangan melakukan riba

3. Kisah-kisah

Kisah keluarga Imran, perang badar dan uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya

4. dan lain-lain

Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyabihat : sifat-sifat Allah ; sifat orang-orang yang bertaqwa ; Islam satu-satunya agama yang di Ridhai Allah ; kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan ; pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah ; perumpamaan-perumpaan ; peringatan-peringatan terhadap orang mupmin ; peringatan-peringatan terhadap ahli kitab, ka'bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya ; faedah mengingat Allah dan merenungkan ciptaan-Nya.

v Dalam tafsier Al-Maraghi jilid III (Al-Imran : 73)

ولاتؤمنوا : dan janganlah kamu percaya

الا : melainkan

لمن تبع : kepada orang yang mengikuti

قل : Katakanlah

إن الهدى :Sesungguhnya Petunjuk (yang harus diikuti)

هدى الله : Ialah petunjuk Allah

أن يؤتى : Memberikan

احد : Seorang

مثل : Seperti

ما أوتيتم : Seperti apa yang diberikan kepadamu

اوتحآجوكم : Atau mengalahkan hujjahmu

عندربكم : Disisi Tuhanmu

قل : Katakanlah

إن الفضل : Sesungguhnya karunia Allah

بيد الله : di tangan Allah

يؤتيه : Memberi karunia-Nya

من يشآء : Kepada siapa yang dikehendaki

والله : Dan Allah

واسع : Luas

عليم : Mengetahui

v Dalam terjemahan singkat Tafsier IBNU KATSIER jilid II (Al-Imran : 73)

Ÿ

73. dan janganlah kamu percaya melainkan kepada orang yang mengikuti agamamu[1]. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk (yang harus diikuti) ialah petunjuk Allah, dan (janganlah kamu percaya) bahwa akan diberikan kepada seseorang seperti apa yang diberikan kepadamu, dan (jangan pula kamu percaya) bahwa mereka akan mengalahkan hujjahmu di sisi Tuhanmu". Katakanlah: "Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Allah memberikan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Luas karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui";

[1] Kepada orang-orang yang mengikuti agamamu Maksudnya: kepada orang yang seagama dengan kamu (Yahudi/Nasrani) agar mereka tak Jadi masuk Islam atau kepada orang-orang Islam yang berasal dari agamamu agar goncang iman mereka dan kembali kepada kekafiran.

Tafsiernya :

Selanjutnya Allah berfirman, "katakanlah bahwa sesungguhnya petunjuk Allah yang akan menuntun hati para mu'minim kepada iman yang sempurna, iman kepada apa yang diturunkan atas hamba dan pesuruh-Nya, Muhammad saw berupa ayat-ayat yang terang benderang dan dalil-dalil serta hujjah-hujjah yang kuat, walaupun kamu, hai orang-orang Yahudi menyembunyikan apa yang kamu ketahui tentang sifat-sifat dan kerasulan Muhammad yang telah kamu temukan dalam kitab-kitab para nabi yang terdahulu.

Allah berfirman : "Katakanlah bahwa karunia itu adalah di tangan Allah yang akan diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki, karena segala sesuatu adalah dibawah kekuasaan-Nya Dialah yang memberi karunia ilmu dan iman kepada siapa yang Dia kehendaki Dia jugalah yang menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dengan membutakan mata-hatinya sesuai dengan hikmah dan kebijaksanaan-Nya.

v Penjelasan dalam Tafsier Al-Maraghi Jilid 3 (Al-Imran : 73)

Ahlul Al-Kitab dan kaum Musyrikin : Berupaya Menyesatkan kaum Mu'minin

Dalam hal ini, terkandung berita gaib, yang demikian, berarti temasuk mu'jizat Nabi Muhammad saw.

وَلاَ تُؤْمِنُوْا إِلاَّ لِمَنْ تَبِعَ دِيْنَكُمْ

Ini adalah perkataan orang-orang Yahudi yang hanya percaya pada diri sendiri, dengan dugaan bahwa kenabian hanya ada pada kalangan mereka. Bahkan, dalam hal ini mereka berlebihan, sehingga menghina semua golongan dan menjadikan bahwa segala sesuatu yang timbul dari mereka adalah baik, dan yang dari selain mereka jelek.

Ahlul 'I-Kitab Ada Dua Golongan

Kesimpulannya, jangan tampakkan keimanan yang kalian lakukan ini ketika permulaan siang, kecuali hanya kepada orang-orang yang dahulunya memeluk agama kalian. Mereka adalah orang-orang yang masuk Islam dari kalangan ahlul 'I-kitab. Tujuan mereka adalah untuk mencabut kembali Islam. Sebab, mereka sangat ingin orang-orang kembali pada agamanya semula, dan masuk-nya mereka ke dalam Islam membuat mereka sangat terpukul.

قُلْ إِنَّ الهُدَى هُدَى اللهِ

Petunjuk itu tidaklah terbatas pada suatu bangsa atau individu tertentu. Tetapi, Allah SWT yang memberikan petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya melalui lisan seseorang yang dikehendaki-Nya dari kalangan Nabi. Barang siapa telah mendapatkan petunjuk Allah, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Tipu muslihat mereka tidak akan membahayakan orang yang dikehendaki mendapatkan kebaikan dari Allah. Bahkan, Allah mengandaskan tipu daya mereka terhadapnya (Muhammad SAW)

أن يؤتى احد مثل مَآ اويحآجوكم عند ربكم

Ini adalah perkataan orang-orang Yahudi. Sedang susunan Qul Inna 'l-Huda Huda 'l-lah merupakan jumlah i'tiradhiyyah (kalimat terpisah) yang terletak antara ayat itu dan sebelumnya.

Makna ayat : Janganlah kalian menampakkan keimanan, seperti yang kalian diberi (kenabian), kecuali hanya kepada para pemeluk agama kalian, bukan selain mereka. Karena, hal ini akan menjadikan senjata makan tuan dan dapat memutuskan (mengandaskan) hujjah kalian sendiri.

Intinya, janganlah kalian mengakui dihadapan orang-orang Arab atau lainnya, bahwa kalian mengiktikadkan bolehnya seorang Nabi dari luar Bani Israil. Dan, janganlah kalian menampakkan kepercayaan selain kepada para pengikut agamamu sendiri. Bahwa kaum Muslimin, pada hari kiamat akan berhujjah dengan benar terhadap kalian, dan mereka akan mengalahkan hujjah kalian di hadapan Allah kelak.

Pertanyaan ini didasarkan pada keinginan mereka yang tidak mengakui diutusnya seorang Nabi dari bangsa Arab. Tetapi hanya mulutnya saja, bukan keyakinannya, sebagai ungkapan sikap takabbur dan keras kepala terhadap Nabi saw. Namun, sama sekali mereka tidak berterus terang dalam keyakinannya, kecuali hanya kepada orang-orang yang beriman dari kalangan mereka, dengan tujuan menipu dan mengelabuhi kaum Muslimin.

Ringkasnya, janganlah kalian menampakkan keimanan, bahwa akan ada seseorang yang dianugerahi seperti apa yang kalian diberi, kecuali terhadap orang-orang dari agamamu, bukannya selain mereka. Bahkan, rahasiakanlah kepercayaan kalian, bahwa kaum Muslimin telah dianugerahi kitab Allah, seperti mereka juga. Dan, janganlah kalian siarkan hal tersebut, kecuali hanya kepada para pendukungmu, bukan kepada kaum Muslimin agar hal tersebut menambah keteguhan iman mereka. Juga bukan terhadap kaum musyrikin, supaya hal tersebut menjadi pendorong bagi mereka untuk mengakui Islam.

قُلْ إِنَّ اْلفَضْلَ بِيَدِ اللهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَآءُ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

Katakanlah kepada mereka, "Sesungguhnya risalah itu adalah kemurahan dan anugerah Allah. Allah Mahaluas Pemberiannya dan Maha Mengetahui terhadap orang yang berhak. Karenanya Allah memberikannya terhadap orang yang pantas menerimanya.

Dalam ayat ini, terkandung isyarat bahwa orang-orang Yahudi telah mempersempit kemurahan yang luas ini dengan anggapan bahwa kenabian hanya terbatas pada kalangan mereka saja. Mereka tidak mengetahui hikmah dan maslahat diberikannya kenabian terhadap orang yang dikehendaki-Nya.

v Dalam tafsier Al-Maraghi jilid III (Al-Imran : 74)

يحتص : Menentukan

برحمته : Rahmat-Nya

من يشآء : Kepada siapa yang dikehendaki-Nya

والله : dan Allah

ذوالفضل العظيم : Mempunyai karunia yang besar

v Dalam terjemahan singkat tafsier IBNU KATSIER jilid II (Al-Imran : 74)


74. Allah menentukan rahmat-Nya (kenabian) kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah mempunyai karunia yang besar.

Tafsiernya :

Dan Allah pulalah yang mengkhususkan karunia dan rahmat-Nya bagi para mu'minin dalam diri Nabi Besar Muhammad SAW yang dimuliakannya di atas semua nabi dan diutus-Nya dengan syariat yang paling sempurna dan menjadi penutup bagi semua syari'at yang turun dari langit.

v Penjelasan dalam Tafsier Al-Maraghi jilid III (Al-Imran : 74)

Ahlul Al-Kitab dan kaum Musyrikin : Berupaya Menyesatkan kaum Mu'minin


Sesungguhnya, kemurahan Allah yang luas, dan rahmat-Nya yang bersifat merata itu diberikan sesuai dengan kehendak-Nya. Tidak sebagaimana sangkaan mereka (orang-orang ahlul 'l-kitab) yang mengklaim keterbatasan kenabian hanya untuk "bangsa Allah", yang terpilih, yaitu dari Bani Israil. Sebab, Allah swt mengutus orang yang dikehendaki-Nya menjadi Nabi, kemudian mengangkatnya menjadi Rasul. Barangsiapa diistimewakan dengan kenabian, maka semata-mata Allah mengkhususkan hanya berkat kemurahannya yang berlimpah dan kebaikannya yang agung. Jadi, bukannya karena amal yang dilakukan, atau keturunan yang dimuliakan. Allah sama sekali tidak pernah memilih seseorang, baik secara individu maupun bangsa. Mahaluhur Allah dari itu, dengan keluhuran yang MahaBesar.

mohon ... klo udah baca posting kami, jangan lupaaaaaaaaaaaa kasi komentar yaaa .... n saran konstruktif ....................


thanks yaa atas komentar kaliaaannnnnnnnnnnnnnn !!!!!